jabarpos.id, Jakarta – Usai libur Lebaran, pasar modal Indonesia dihadapkan pada tantangan normalisasi likuiditas di tengah gejolak global yang terus membayangi. Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu, mengungkapkan bahwa investor ritel dan institusi kini lebih berhati-hati dalam mengambil langkah investasi.
Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia, Genta menjelaskan bahwa reksadana masih menjadi primadona di kalangan investor Sinarmas AM, meskipun minat terhadap aset berisiko mengalami penurunan. Hal ini mengindikasikan kehati-hatian investor dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

"Pasca Lebaran ini, kita melihat adanya normalisasi likuiditas. Namun, gejolak global masih menjadi faktor yang menahan laju penguatan pasar modal," ujar Genta.
Lantas, sentimen apa saja yang mempengaruhi pergerakan pasar modal Indonesia saat ini? Dan bagaimana arah investasi para pengelola dana jumbo di tengah era perang yang penuh tantangan? Simak ulasan lengkap Shafinaz Nachiar bersama Genta Wira Anjalu dalam program Power Lunch CNBC Indonesia.




