Beranda / Berita / Pasar Modal RI Berdarah Ini Penyebabnya

Pasar Modal RI Berdarah Ini Penyebabnya

Pasar Modal RI Berdarah Ini Penyebabnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat, bahkan sempat anjlok lebih dari 4% pada perdagangan pagi. Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Pjs. Direktur Utama Jeffrey Hendrik, mengakui bahwa ketidakpastian global menjadi pemicu utama di balik "berdarah-darahnya" pasar saham Tanah Air, demikian dilaporkan jabarpos.id.

Fenomena aksi jual masif oleh investor asing menjadi sorotan utama, tidak hanya bagi pelaku pasar tetapi juga pemerintah. BEI, sebagai regulator, menegaskan terus berkoordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memantau pergerakan dana asing yang terus mengalir keluar dari bursa Indonesia.

Baca juga:  Bank Jabar Ini Resmi Tutup Nasabah Wajib Tahu
Pasar Modal RI Berdarah Ini Penyebabnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa keputusan investor untuk melakukan aksi jual, terutama dalam konteks rebalancing portofolio oleh investor asing, adalah aktivitas yang wajar dalam dinamika investasi. "Kami tentu memonitor aktivitas dari investor, khususnya investor asing," ujarnya di gedung BEI Jakarta, Senin.

Lebih lanjut, Jeffrey merinci berbagai sumber ketidakpastian yang membebani pasar saham global, dan secara tidak langsung, pasar domestik. Faktor-faktor tersebut meliputi fluktuasi harga komoditas minyak dunia, gejolak nilai tukar mata uang di berbagai negara, serta ketegangan geopolitik yang belum mereda di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina. "Seluruh ketidakpastian itu tentu akan berdampak sedikit banyak kepada pergerakan di pasar kita," imbuhnya.

Baca juga:  Jalan Rusak 30 Tahun di Pelosok Cianjur Akhirnya Mulus, Warga Bersukacita

Selain itu, pasar saham domestik juga menghadapi tekanan dari penyesuaian kebijakan yang dilakukan oleh sejumlah lembaga pemeringkat global seperti MSCI dan FTSE. Meskipun tren penurunan sulit diprediksi secara pasti, Jeffrey menegaskan bahwa BEI akan terus memantau pergerakan pasar dari hari ke hari dengan cermat.

Di tengah gejolak ini, BEI berkomitmen untuk terus berupaya memperbaiki iklim investasi di pasar modal Indonesia demi jangka panjang. Tujuannya adalah agar bursa saham RI kembali menjadi pilihan utama instrumen investasi bagi investor asing. "Kami akan memastikan infrastruktur perdagangan berjalan dengan baik, serta pengaturan dan pengawasan juga berjalan dengan baik," pungkas Jeffrey.