Kinerja gemilang ditunjukkan oleh sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pengelolaan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Data yang dihimpun jabarpos.id pada Sabtu (27/6/2026) menunjukkan bahwa banyak di antara perusahaan-perusahaan pelat merah ini berhasil mencetak laba yang meroket, bahkan ada yang menembus angka ratusan hingga ribuan persen dalam periode April 2025 hingga April 2026.
Capaian positif ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi yang digalakkan di perusahaan negara di bawah payung BPI Danantara berjalan semakin terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil yang konkret. Langkah-langkah strategis yang diambil, termasuk restrukturisasi dan dukungan modal, terbukti efektif mendongkrak profitabilitas dan efisiensi.
Lonjakan laba paling mencolok salah satunya dibukukan oleh Bank BTN, yang berhasil meningkatkan keuntungannya hingga 1.339%, dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,4 triliun. Tak kalah impresif, Pupuk Indonesia juga mencatat pertumbuhan laba fantastis sebesar 202%, naik Rp 3,2 triliun menjadi Rp 4,8 triliun.
Also Read
Selain itu, beberapa BUMN berhasil membalikkan keadaan dari kerugian menjadi keuntungan berkat restrukturisasi dan dukungan modal dari BPI Danantara. Sebut saja Krakatau Steel yang sebelumnya merugi Rp 981 miliar kini untung Rp 635 miliar, LEN dari rugi Rp 228 miliar menjadi untung Rp 314 miliar, Kimia Farma dari rugi Rp 160 miliar menjadi untung Rp 108 miliar, Agrinas Pangan dari rugi Rp 12 miliar menjadi untung Rp 465 miliar, Semen Indonesia dari rugi Rp 66 miliar menjadi untung Rp 106 miliar, serta Danareksa dari rugi Rp 72 miliar menjadi untung Rp 43 miliar.
Raksasa energi Pertamina menunjukkan kenaikan laba terbesar secara nominal, melonjak Rp 11 triliun menjadi Rp 24,9 triliun, atau tumbuh 80%. Di sektor perbankan, Bank Mandiri dan Bank BRI juga tak ketinggalan dengan kenaikan laba masing-masing Rp 2,5 triliun (13%) menjadi Rp 21,3 triliun dan Rp 2,8 triliun (15%) menjadi Rp 21,2 triliun. Sementara itu, Pegadaian membukukan kenaikan laba signifikan sebesar 87%, dari Rp 2 triliun menjadi Rp 4,3 triliun.
Sektor logistik dan infrastruktur juga menunjukkan performa positif, dengan Pelindo mencatat kenaikan laba 169% menjadi Rp 1,5 triliun dan Hutama Karya tumbuh 40% menjadi Rp 628 miliar. Bahkan, ADHI Karya mengalami lonjakan laba hingga 667%, mencapai Rp 69 miliar.
Deretan rapor hijau ini mengindikasikan bahwa upaya perbaikan dan optimalisasi yang dilakukan BPI Danantara terhadap portofolio BUMN mulai membuahkan hasil yang nyata, tidak hanya meningkatkan profitabilitas tetapi juga memperkuat fundamental perusahaan-perusahaan negara untuk berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.






