Di tengah gejolak pasar keuangan global yang tak menentu, investor lokal di Indonesia dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang. Menurut Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, ada beberapa sektor yang patut dicermati untuk tetap meraih keuntungan. Informasi ini dihimpun oleh jabarpos.id dari dialog eksklusif di CNBC Indonesia.
Kondisi geopolitik dunia yang memanas terus menciptakan ketidakpastian, menjadi sentimen kuat yang menekan pergerakan pasar keuangan Tanah Air. Volatilitas tinggi menjadi pemandangan umum, membuat banyak investor ragu dalam mengambil keputusan investasi. Namun, di balik ketidakpastian ini, Rudiyanto mengidentifikasi beberapa instrumen yang masih menjanjikan.
Rudiyanto menjelaskan, saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip memang memiliki potensi penguatan. Namun, kenaikan tersebut diperkirakan masih terbatas. Untuk bisa melesat tinggi dan memberikan keuntungan signifikan, saham-saham unggulan ini sangat membutuhkan dukungan dari investor asing. Tanpa aliran dana dari luar, pergerakannya cenderung tertahan dan tidak terlalu agresif.
Also Read
Berbeda dengan blue chip, sektor komoditas dan energi justru dinilai memiliki prospek cerah untuk didongkrak oleh investor lokal. Kenaikan harga komoditas dan energi di pasar global menjadi pendorong utama sektor ini. Dengan tren harga yang positif di tingkat internasional, saham-saham di sektor ini berpotensi memberikan imbal hasil yang menarik bagi para investor domestik yang ingin memanfaatkan momentum kenaikan harga global.
Potensi pasar saham hingga obligasi dalam menghadapi ketidakpastian ini diulas lebih lanjut oleh Rudiyanto dalam dialognya bersama Andi Shalini di program Squawk Box, CNBC Indonesia, pada Selasa (14/07/2026). Diskusi tersebut memberikan panduan berharga bagi investor yang ingin menavigasi pasar di tengah gejolak global dan mencari peluang investasi yang resilient.






