Tawaran Mengejutkan Thailand untuk Pertahanan Indonesia

Author Image

Endang Wulansari

4 Agustus 2026, 04:04 WIB

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul secara mengejutkan menawarkan perluasan kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia, termasuk kesiapan memasok 36 unit kendaraan taktis (rantis) lapis baja amfibi untuk Tentara Nasional Indonesia. Informasi ini, sebagaimana dilaporkan oleh jabarpos.id, terungkap dalam pertemuan bilateral antara Anutin dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Senin (3/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. "Menurut pendapat saya, kita harus meningkatkan jumlah dan tingkat pelatihan bersama antar kedua angkatan pertahanan kita. Kita juga harus meningkatkan pertukaran perwira dalam pelatihan dan pendidikan," ujar Prabowo, menggarisbawahi visi strategisnya.

Tawaran Mengejutkan Thailand untuk Pertahanan Indonesia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menanggapi seruan tersebut, PM Anutin Charnvirakul kemudian memaparkan tawaran konkret dari negaranya. "Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan. Thailand siap memasok 36 unit kendaraan lapis baja amfibi beroda ATAV (All Terrain Assault Vehicle) untuk Korps Marinir Indonesia," kata Anutin kepada Presiden Prabowo. Ia menambahkan bahwa model kendaraan taktis ini juga aktif digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand, menunjukkan keandalan dan kapabilitasnya dalam berbagai medan.

Tidak hanya suplai alutsista, Thailand juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat hubungan pertahanan melalui latihan gabungan rutin, pertukaran informasi intelijen, serta kerja sama keamanan maritim dengan TNI. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan interoperabilitas dan respons bersama terhadap tantangan regional yang semakin kompleks.

Anutin juga mengungkapkan kegembiraannya atas sejarah personal Presiden Prabowo dengan militer Thailand. "Saya sangat senang mengetahui bahwa Bapak Presiden pernah berlatih bersama pasukan khusus Thailand saat Anda bertugas di pasukan khusus Indonesia," ungkap Anutin. Ia juga menyambut baik kesuksesan pertemuan komite tingkat tinggi antara kedua negara yang telah berlangsung di Bangkok pada Februari tahun ini, menandakan fondasi kuat untuk kolaborasi di masa depan.

Related Post