Literasi Keuangan Syariah Nasional Turun BPS Beri Penjelasan

Author Image

Endang Wulansari

11 Agustus 2026, 04:04 WIB

jabarpos.id, Jakarta – Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026 mengungkap sebuah fenomena menarik di sektor keuangan syariah. Data terbaru menunjukkan adanya sedikit penurunan pada tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah secara nasional dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan SNLIK 2026, indeks literasi keuangan syariah kini berada di level 43,07%, sementara indeks inklusi keuangan syariah tercatat sebesar 13,24%. Angka-angka ini sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2025, di mana literasi keuangan syariah mencapai 43,42% dan inklusi keuangan syariah sebesar 13,41%.

Literasi Keuangan Syariah Nasional Turun BPS Beri Penjelasan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menduga bahwa salah satu faktor utama yang mungkin memengaruhi pergeseran angka ini adalah perubahan metodologi dan cakupan data survei. Pada tahun 2026, pengukuran SNLIK telah diperluas secara signifikan, mencakup data hingga tingkat nasional dan provinsi. Ini berbeda dengan survei tahun sebelumnya yang cakupannya masih terbatas pada tingkat nasional saja.

"Mungkin kita lihat coverage-nya, karena mungkin waktu itu kan levelnya masih nasional. Sekarang kan kita sudah lebih komprehensif sama tingkat provinsi, cakupan daerahnya kelihatannya ya," jelas Amalia saat ditemui di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Meski demikian, Amalia menekankan pentingnya analisis lebih lanjut dan mendalam untuk memastikan secara akurat faktor-faktor yang menjadi penyebab di balik perubahan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah tersebut. Ia juga menambahkan bahwa secara umum, ada korelasi positif antara tingkat pendapatan dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan.

Menariknya, tren penurunan di sektor syariah ini berbanding terbalik dengan capaian literasi dan inklusi keuangan nasional secara keseluruhan. SNLIK 2026 justru mencatat peningkatan pada indeks literasi keuangan nasional, yang melonjak menjadi 69,57% dari 66,64% pada tahun 2025. Demikian pula, indeks inklusi keuangan nasional juga mengalami kenaikan, mencapai 93,61% dari sebelumnya 92,74%. Perbandingan ini menyoroti dinamika yang berbeda antara sektor keuangan umum dan syariah di Indonesia.

Related Post