Menurut laporan yang diterima jabarpos.id dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (11/8/2026), pengendali emiten pengolahan singkong PT Budi Starch & Sweetener (BUDI), yakni PT Budi Delta Swakarya, telah melakukan aksi borong saham dalam jumlah besar. Perusahaan tersebut mengakuisisi 204 juta lembar saham, atau setara 4,54% dari total saham perseroan, dengan harga Rp210 per saham. Nilai transaksi ini mencapai Rp43 miliar, dan dilaporkan terjadi pada 5 Agustus 2026.
Aksi korporasi ini secara signifikan mengubah struktur kepemilikan PT Budi Delta Swakarya di BUDI. Sebelum transaksi, porsi kepemilikan tercatat sebesar 1.487.271.833 lembar saham, atau 33,11%. Setelah pembelian saham jumbo ini, angka tersebut melonjak menjadi 1.690.967.732 lembar saham, mewakili 37,65% dari total saham perusahaan.
Dalam penjelasannya, manajemen BUDI menegaskan bahwa pembelian saham ini murni ditujukan untuk investasi jangka panjang. Menariknya, harga pembelian saham sebesar Rp210 per lembar terbilang lebih rendah dibandingkan harga pasar BUDI pada saat transaksi berlangsung, yang diperdagangkan di kisaran Rp220 per saham. Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham BUDI berada di level Rp216 per saham. Hal ini mengindikasikan bahwa pengendali melihat adanya potensi nilai di bawah harga pasar atau memiliki keyakinan kuat terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Also Read
Langkah strategis PT Budi Delta Swakarya ini menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan BUDI sebagai pemain utama di industri pengolahan singkong, sekaligus memberikan sinyal positif kepada pasar mengenai valuasi dan arah perusahaan ke depan.






