Jakarta – Di tengah dinamika pasar yang fluktuatif, PT Gaya Makmur Mobil (GM Mobil), distributor terkemuka untuk truk logistik, konstruksi, hingga alat berat pertambangan, berhasil mempertahankan laju pertumbuhan bisnisnya. Namun, di balik angka penjualan yang melonjak, ada sentimen menahan diri dari sektor pertambangan yang menjadi sorotan utama. Informasi ini dihimpun jabarpos.id dari wawancara eksklusif.
Presiden Direktur GM Mobil, Frankie Makaminang, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menikmati tren pertumbuhan positif sejak tahun 2021, dengan peningkatan penjualan yang konsisten antara 30 hingga 60 persen setiap tahunnya. "Sepanjang Semester I-2026, penjualan GM Mobil sudah tumbuh 30% secara tahunan," ujar Makaminang. Ia optimistis, target pertumbuhan 50% hingga akhir tahun 2026 dapat tercapai, didorong oleh meningkatnya kesadaran pengusaha akan kebutuhan truk yang tidak hanya menawarkan harga kompetitif tetapi juga didukung jaringan layanan purna jual yang kuat.
Namun, tidak semua segmen pasar berjalan mulus. Khusus di sektor pertambangan, para pengusaha kini cenderung menunda pembelian unit baru. Keputusan ini dipicu oleh sejumlah tantangan bisnis, terutama pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta kesulitan dalam mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memadai.
Also Read
Meskipun demikian, Makaminang menambahkan, ada pengecualian bagi beberapa penambang yang terikat kontrak jangka panjang. Mereka tetap membutuhkan peremajaan unit truk secara berkala untuk menjaga efisiensi dan kelancaran operasional.
Dampak sentimen dari sektor pertambangan terhadap kinerja distributor truk dan alat berat ini dibahas lebih lanjut oleh Shafinaz Nachiar bersama Frankie Makaminang dalam program Closing Bell CNBC Indonesia, pada Selasa, 11 Agustus 2026.






