GULA Siap Jadi Raja Gula Nasional

Author Image

Endang Wulansari

12 Agustus 2026, 04:04 WIB

PT Aman Agrindo Tbk (GULA), emiten yang bergerak di sektor produksi gula, tengah menggarap tiga inisiatif strategis yang diharapkan mulai beroperasi secara bertahap pada tahun ini. Langkah ambisius ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan gula nasional yang terus meningkat, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar. jabarpos.id melaporkan, Direktur Utama GULA, Andreas Utomo, mengungkapkan bahwa proyek-proyek ini akan menjadi pilar utama pertumbuhan bisnis perseroan di masa mendatang.

Proyek pertama berlokasi di Pandeglang, Banten, berupa pembangunan pabrik gula baru yang ditargetkan rampung pada kuartal IV tahun ini. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas giling mencapai 500 ton tebu setiap hari, dan akan didukung oleh pengembangan perkebunan tebu melalui pola inti dan plasma. Tahap awal menargetkan luas 1.250 hektare, dengan potensi ekspansi hingga 15.000 hektare.

GULA Siap Jadi Raja Gula Nasional
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di Sragen, Jawa Tengah, GULA sedang dalam proses akuisisi pabrik gula merah yang telah beroperasi. Pabrik ini memiliki kapasitas giling 1.000 ton tebu per hari, dengan pasokan bahan baku sepenuhnya berasal dari petani tebu melalui skema plasma. Akuisisi ini diperkirakan menelan dana sekitar Rp350 miliar.

Sementara itu, di Riau, perseroan tengah mengembangkan fasilitas pengolahan raw sugar menjadi gula kristal putih. Fasilitas ini akan memiliki kapasitas produksi 600 ton per hari dan didukung oleh potensi pengembangan perkebunan tebu seluas 5.140 hektare.

Andreas menegaskan, "Ketiga inisiatif ini adalah bagian integral dari strategi kami untuk secara progresif memperkuat kapasitas produksi dan membangun ekosistem gula yang terintegrasi, mulai dari penanaman hingga produk akhir."

Pendanaan untuk ekspansi masif ini sebagian besar berasal dari dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang sukses dilaksanakan pada Agustus 2022. Hingga akhir Juni 2026, realisasi penggunaan dana IPO telah mencapai Rp49,13 miliar, atau sekitar 98% dari total dana bersih IPO sebesar Rp50,34 miliar. Dana tersebut dialokasikan sesuai rencana untuk pembangunan pabrik beserta fasilitas pendukung serta pembayaran uang muka pembelian instalasi mesin.

Sisa dana sebesar Rp1,22 miliar kini masih tersimpan dalam instrumen perbankan, siap dialokasikan untuk kebutuhan strategis perusahaan di masa mendatang. Andreas menekankan bahwa pemanfaatan dana IPO ini merupakan wujud nyata komitmen GULA dalam membangun fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan berjangka panjang.

"Kami berkomitmen penuh untuk mengelola dan menggunakan seluruh dana sesuai rencana, dengan transparansi maksimal dan tepat sasaran, demi menciptakan nilai tambah optimal bagi perusahaan dan seluruh pemegang saham," pungkas Andreas.

Related Post