jabarpos.id, Jakarta – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA), operator jaringan bioskop Cinema XXI, menyajikan laporan keuangan yang kurang menggembirakan untuk paruh pertama tahun 2026. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk CNMA tercatat Rp173,05 miliar, sebuah penurunan signifikan sebesar 40% dibandingkan dengan Rp288,55 miliar yang dibukukan pada semester pertama 2025.
Penurunan laba ini sejalan dengan terkoreksinya pendapatan perseroan. Sepanjang enam bulan pertama 2026, CNMA membukukan pendapatan sebesar Rp2,63 triliun, melorot 8,59% secara tahunan (year-on-year) dari Rp2,88 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kontributor utama penurunan pendapatan berasal dari lini bisnis inti. Pendapatan dari penjualan tiket bioskop terpangkas menjadi Rp1,58 triliun dari sebelumnya Rp1,80 triliun. Begitu pula dengan pendapatan dari makanan dan minuman (F&B) yang menyusut menjadi Rp886,34 miliar dari Rp968,02 miliar.
Also Read
Namun, di tengah kelesuan tersebut, ada secercah cahaya dari segmen iklan. Pendapatan iklan justru melonjak drastis, mencapai Rp96,91 miliar, jauh di atas Rp30,98 miliar pada semester I-2025. Sementara itu, pendapatan dari platform digital sedikit menurun dari Rp69,24 miliar menjadi Rp57,29 miliar.
Meski demikian, perseroan berhasil menekan beban dan biaya operasi. Total beban tercatat Rp2,33 triliun, lebih rendah dari Rp2,44 triliun pada semester I-2025. Penurunan ini terutama disumbang oleh beban penayangan film yang menyusut menjadi Rp792,36 miliar dari Rp898,62 miliar, serta beban makanan dan minuman yang turun menjadi Rp237,54 miliar dari Rp252,94 miliar.
Kendati efisiensi beban dilakukan, tekanan pada pendapatan tetap membuat laba usaha CNMA tergerus menjadi Rp307,58 miliar, dari Rp439,90 miliar pada semester I-2025. Situasi ini diperparah dengan peningkatan beban keuangan bersih yang mencapai Rp52,99 miliar, naik dari Rp31,96 miliar. Akibatnya, laba sebelum pajak juga ikut merosot menjadi Rp254,59 miliar dari Rp407,94 miliar.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, laba bersih perseroan secara keseluruhan tercatat Rp200,99 miliar, dibandingkan Rp323,97 miliar pada semester I-2025. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang menjadi sorotan utama, akhirnya berada di angka Rp173,05 miliar.
Dari sisi neraca, total aset CNMA per 30 Juni 2026 juga menunjukkan penurunan, menjadi Rp6,21 triliun dari Rp6,76 triliun pada akhir tahun 2025. Kondisi ini mengindikasikan adanya tantangan yang perlu dihadapi oleh operator bioskop terbesar di Indonesia tersebut di tengah dinamika pasar dan preferensi konsumen.






