IHSG Meroket Asing Justru Lepas Saham

Author Image

Endang Wulansari

19 Agustus 2026, 08:04 WIB

Pasar saham Indonesia pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, menyajikan fenomena menarik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat 0,75%, namun di sisi lain, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang signifikan, mencapai Rp355,2 miliar. Data ini, seperti dilaporkan jabarpos.id dari sumber terpercaya, menunjukkan adanya dinamika pasar yang patut dicermati.

Aksi jual bersih asing ini terjadi setelah total nilai pembelian saham oleh investor global tercatat Rp4,32 triliun, sementara nilai penjualan mencapai Rp4,67 triliun. Sejumlah saham berkapitalisasi besar (blue-chip) menjadi target utama pelepasan oleh investor global. PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi yang paling banyak dilepas dengan net sell Rp191 miliar, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp170 miliar. Saham lain yang turut menjadi sasaran jual asing meliputi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan Rp165,6 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp153,6 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp48 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp44,2 miliar. Aksi jual ini bisa jadi merupakan bagian dari strategi profit taking atau realokasi portofolio di tengah volatilitas pasar global.

IHSG Meroket Asing Justru Lepas Saham
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun ada tekanan jual dari asing, IHSG tetap perkasa, ditutup menguat 48 poin ke level 6.449,83. Total nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp14,77 triliun, melibatkan 33,65 miliar saham dalam 2,19 juta kali transaksi. Sebanyak 399 saham berhasil menguat, jauh melampaui 236 saham yang melemah, sementara 159 saham lainnya stagnan. Motor utama penguatan IHSG tak lain adalah sektor energi, yang melesat signifikan hingga 7,10%, jauh mengungguli sektor lainnya. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi bintang utama di sektor ini, melonjak 20% dan ditutup pada level Rp17.275 per saham.

Dinamika ini mengindikasikan bahwa kekuatan pasar domestik cukup solid untuk menopang indeks, bahkan saat investor asing memilih untuk melepas sebagian kepemilikan mereka. Kenaikan tajam di sektor energi, terutama didorong oleh saham-saham komoditas, mampu mengimbangi tekanan jual di saham-saham berkapitalisasi besar lainnya. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran minat investor, baik domestik maupun asing, ke sektor-sektor tertentu yang dianggap memiliki prospek lebih cerah atau menawarkan keuntungan jangka pendek.

Dengan demikian, perdagangan Selasa (18/8/2026) menjadi cerminan kompleksitas pasar saham Indonesia, di mana sentimen investor domestik dan kinerja sektor tertentu mampu menggerakkan indeks meskipun ada arus keluar modal asing.

Related Post