Di tengah kelesuan industri asuransi umum nasional, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA), yang kini dikenal sebagai Oona Insurance Indonesia, justru tampil memukau. Berdasarkan laporan yang diterima jabarpos.id, perusahaan ini berhasil membukukan pertumbuhan premi bruto (Gross Written Premium/GWP) sebesar 40% secara tahunan pada semester I-2026, sebuah pencapaian signifikan mengingat sektor ini secara keseluruhan mengalami kontraksi sekitar 2% di paruh pertama tahun yang sama.
Tak hanya itu, kinerja keuangan Oona Insurance semakin cemerlang dengan lonjakan laba bersih hingga 55%. Angka hasil jasa asuransi bersih perusahaan tercatat impresif sebesar Rp92,35 miliar, meningkat tajam dari Rp63,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi sorotan, mengingat industri asuransi umum Indonesia justru mencatat penurunan sekitar 2% di paruh pertama tahun ini.
Abhishek Bhatia, Founder dan Group Chief Executive Officer Oona Insurance, mengungkapkan bahwa performa gemilang ini merupakan buah dari strategi yang matang. "Kinerja ini membuktikan kemampuan Oona dalam mencetak pertumbuhan yang menguntungkan melalui disiplin underwriting yang ketat, diversifikasi kanal distribusi yang luas, serta investasi berkelanjutan pada teknologi," jelas Bhatia dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).
Also Read
Dalam kurun waktu kurang dari empat tahun sejak pertama kali menjejakkan kaki di pasar Indonesia, Oona Insurance berhasil mengukuhkan posisinya di jajaran 10 besar perusahaan asuransi kendaraan bermotor berdasarkan GWP. Lebih jauh lagi, mereka melonjak sembilan peringkat, menempatkan diri sebagai perusahaan asuransi umum terbesar ke-23 di Indonesia. "Empat tahun terakhir adalah periode transformasi total bagi kami di Indonesia, mulai dari modernisasi teknologi, penguatan underwriting, perluasan distribusi, hingga restrukturisasi bisnis secara menyeluruh," tambah Bhatia.
Pertumbuhan pesat Oona tak lepas dari model distribusi yang sangat beragam. Kemitraan strategis dijalin dengan berbagai pihak, mulai dari industri otomotif, perbankan, broker, agen, hingga mitra digital. Solusi asuransi Oona bahkan terintegrasi dengan layanan digital populer seperti dompet digital, aplikasi ride-hailing, dan platform perjalanan, memberikan kemudahan akses perlindungan bagi para pelanggan.
Vincent C. Soegiarto, President Director Oona Insurance Indonesia, menegaskan bahwa fondasi transformasi bisnis Oona di Indonesia dibangun melalui eksekusi yang konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan satu inisiatif tunggal. "Kami terus memperkuat kemitraan, memperluas portofolio produk, berinvestasi dalam teknologi, serta menjaga disiplin underwriting di tengah berbagai kondisi pasar. Pendekatan ini memungkinkan kami untuk terus mencatat kinerja di atas pasar, sekaligus membangun bisnis yang lebih kuat dan tangguh untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya di Indonesia," papar Vincent.
Melihat prospek ke depan, Indonesia dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang besar, didorong oleh peningkatan kepemilikan aset masyarakat dan ekspansi dunia usaha. Pasar asuransi di Indonesia masih tergolong memiliki tingkat penetrasi yang rendah di Asia, menandakan ruang yang luas untuk pengembangan. Sebagai gambaran kinerja industri, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa premi asuransi jiwa, meski berbeda segmen, turut mencatat pertumbuhan positif sebesar 8,40% secara tahunan, dengan nilai mencapai Rp94,83 triliun.






