Terkuak Alasan DSI Pungut Biaya Ekspor

Author Image

Endang Wulansari

25 Agustus 2026, 04:04 WIB

Jakarta – PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) akhirnya angkat bicara mengenai kebijakan mereka dalam mengambil margin atau keuntungan dari layanan jasa yang diberikan kepada para eksportir. Peran DSI sebagai fasilitator kunci bagi eksportir dan pembeli untuk tiga komoditas strategis—batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy—menjadi sorotan. Informasi ini diungkapkan setelah jabarpos.id menyoroti praktik tersebut.

Direktur Keuangan DSI, Sinthya Roesly, menjelaskan bahwa sebagai sebuah Perseroan Terbatas (PT), DSI memiliki beban operasional yang tidak sedikit. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan sumber pendanaan untuk menutupi biaya operasional dan menjalankan mandatnya sebagai lembaga negara yang mendukung ekspor komoditas strategis.

Terkuak Alasan DSI Pungut Biaya Ekspor
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Tentu sebagai PT ada suatu cost recovery karena sudah ada injeksi kapital, tidak mungkin harus menjadi rugi ya," tegas Sinthya di gedung Wisma Danantara pada Senin lalu. Ia menambahkan bahwa margin yang diambil merupakan angka yang wajar dan reasonable untuk menutupi ongkos yang dikeluarkan DSI.

Sinthya juga menekankan bahwa penentuan besaran margin atau keuntungan tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memberatkan para eksportir. Proses perhitungan dan penentuan angka margin ini juga terus dikonsultasikan dengan berbagai pihak terkait.

"Ini sedang dihitung tentu dengan prinsip-prinsip misalnya efisiensi, tidak menambah biaya kepada eksportir," ujarnya, menjamin bahwa DSI berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasional perusahaan dan daya saing eksportir di pasar global.

Related Post