Laba Multifinance Ini Meledak Jelang Merger Besar

Author Image

Endang Wulansari

3 September 2026, 21:04 WIB

Jakarta – PT Summit Oto Finance (SOF), sebuah perusahaan multifinance terkemuka, mencatatkan kinerja yang luar biasa menjelang penggabungan usahanya dengan PT Oto Multiartha (OTO). Laba perusahaan ini melonjak drastis hingga 206,81% secara tahunan (yoy) pada semester pertama 2026, demikian dilaporkan jabarpos.id.

Sebelum merger ini resmi berlaku, SOF di bawah kepemimpinan Victoria Rusna berhasil membukukan laba bersih fantastis sebesar Rp300,46 miliar pada paruh pertama tahun 2026. Angka ini meroket dari Rp97,93 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Multifinance Ini Meledak Jelang Merger Besar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tak hanya laba, kekuatan finansial SOF juga terpancar dari total aset yang mencapai Rp19,28 triliun pada akhir Juni 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 16,28% dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp16,58 triliun.

Sementara itu, ekuitas perusahaan juga menguat signifikan, mencapai Rp3,83 triliun pada periode yang sama, tumbuh 14,67% dari Rp3,34 triliun di penghujung tahun 2025. Sejalan dengan ekspansi ini, liabilitas SOF turut meningkat 16,69%, dari Rp13,24 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp15,45 triliun di semester pertama 2026.

Kualitas portofolio pembiayaan SOF juga menunjukkan perbaikan mencolok. Rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat hanya 0,27% pada paruh pertama 2026, jauh lebih baik dibandingkan 0,52% pada akhir 2025.

Peningkatan kualitas portofolio ini sejalan dengan ekspansi bisnis perusahaan. Manajemen berharap, "merger ini akan membawa dampak positif signifikan terhadap operasional dan kondisi keuangan SOF melalui sinergi usaha yang lebih kuat," demikian pernyataan resmi perusahaan pada Kamis (3/9/2026).

Penggabungan usaha SOF dengan OTO sendiri telah mendapatkan restu. Kesepakatan krusial ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2026, setelah sebelumnya mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam skema merger ini, SOF ditetapkan sebagai entitas yang menerima penggabungan, sementara OTO secara resmi meleburkan diri. Ini berarti seluruh hak dan kewajiban OTO akan dialihkan sepenuhnya kepada SOF.

Untuk melengkapi proses ini, SOF menerbitkan 9.934 saham baru senilai Rp9,934 miliar. Seluruh saham baru tersebut diambil alih oleh PT Sinar Mas Multiartha (SMMA), sebuah langkah strategis untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi POJK 47/2020 mengenai batas maksimal kepemilikan asing sebesar 85%.

Related Post