RAJA Amankan Bagian Proyek Gas Perdana Indonesia

Author Image

Endang Wulansari

8 September 2026, 18:04 WIB

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) baru-baru ini menuntaskan langkah strategis dengan mengakuisisi 5% kepemilikan saham pada PT Layar Nusantara Gas (PT LNG). Aksi korporasi ini, yang dilaporkan jabarpos.id dari Jakarta, dilakukan melalui entitas anak perseroan, PT Raharja Gas Kasuri, menandai tonggak penting dalam ekspansi bisnis RAJA di sektor energi.

Penyelesaian transaksi vital ini diresmikan dengan penandatanganan Akta Jual Beli Saham di hadapan notaris pada tanggal 4 September 2026. Kesepakatan tersebut tercapai antara PT Raharja Gas Kasuri dan Genting LNG Pte. Ltd. (Genting LNG), setelah seluruh persyaratan yang diatur dalam Perjanjian Jual Beli Saham (Share Sale and Purchase Agreement/SSPA) terpenuhi.

RAJA Amankan Bagian Proyek Gas Perdana Indonesia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

PT Layar Nusantara Gas sendiri bukan entitas sembarangan. Perusahaan ini dikenal sebagai pengembang infrastruktur midstream dan downstream yang krusial, termasuk fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) pertama di Tanah Air. Selain itu, PT LNG juga berperan sebagai salah satu off-taker gas bumi dari Blok Kasuri di Papua Barat, berdasarkan Kontrak Bagi Hasil Kasuri (Kasuri PSC). Akuisisi ini menegaskan strategi ekspansi RAJA dan mempererat kemitraan strategis dengan Genting Berhad Group dalam pengembangan serta pengoperasian infrastruktur FLNG.

Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi, mengungkapkan optimisme terkait langkah ini. "Penyelesaian transaksi ini menandai tonggak penting dalam kemitraan strategis yang telah kami bangun bersama Genting Berhad Group," ujar Djauhar, seperti dikutip dari keterangan tertulis pada Selasa (8/9/2026). Ia menambahkan, "Kepemilikan saham kami di PT LNG memperkuat posisi RAJA Group di sepanjang rantai nilai LNG dan meletakkan fondasi bagi kolaborasi jangka panjang yang lebih luas untuk mendukung pengembangan ekosistem LNG di Indonesia."

Proyek gas yang menjadi jantung PT LNG ini berpusat pada Lapangan Asap, Kido, dan Merah (AKM) di Blok Kasuri, yang telah mendapatkan persetujuan pemerintah melalui Rencana Pengembangan Lapangan pertama (Plan of Development/POD I). Rencana ambisius ini mencakup pasokan gas bumi sebesar 230 mmscfd untuk fasilitas FLNG berkapasitas 1,2 mtpa selama 18 tahun, serta alokasi sekitar 102 mmscfd yang diprioritaskan untuk pasar domestik.

Dengan kepemilikan saham di PT LNG, Perseroan kini memperoleh eksposur langsung yang signifikan pada segmen midstream dan likuefaksi gas. Ini merupakan pelengkap strategis bagi portofolio Perseroan yang saat ini telah mencakup perdagangan gas, transportasi, dan infrastruktur energi. Investasi berjangka panjang ini secara efektif memperluas jangkauan RAJA Group, melampaui bisnis gas pipa konvensional menuju rantai nilai LNG terintegrasi yang lebih komprehensif.

Keikutsertaan dalam proyek FLNG perdana di Indonesia ini juga menempatkan Perseroan pada segmen yang partisipasi perusahaan domestiknya masih relatif terbatas, sekaligus membuka gerbang bagi peluang kolaborasi lebih lanjut dengan Genting Berhad Group dalam ekosistem LNG di Indonesia. Alokasi gas dari proyek ini untuk kebutuhan pasar domestik secara langsung mendukung agenda ketahanan energi nasional dan selaras dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang Perseroan.

Meskipun pada tahap awal transaksi ini tidak diperkirakan akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan usaha Perseroan, sebagaimana disampaikan dalam Keterbukaan Informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia, akuisisi ini memberikan pijakan strategis yang kokoh. Pijakan ini memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi lebih luas dalam proyek tersebut serta dalam keseluruhan rantai nilai LNG di Indonesia.

Related Post