jabarpos.id – PT Timah Tbk (TINS) mengumumkan rencana strategis untuk merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Keputusan ini diambil menyusul kinerja keuangan perseroan pada semester I-2026 yang secara mengejutkan telah melampaui target laba bersih untuk setahun penuh. Direktur Keuangan & Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani, mengungkapkan hal ini dalam sebuah public expose Live pada Kamis (10/9/2026), menandakan prospek cerah bagi emiten tambang timah tersebut.
Sebelumnya, dalam RKAP 2026, TINS menargetkan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun dari pendapatan Rp15,4 triliun, dengan volume produksi timah (Sn) sebanyak 30.000 ton. Namun, realisasi di paruh pertama tahun ini menunjukkan angka yang jauh melampaui ekspektasi. Laba bersih TINS hingga Juni 2026 tercatat mencapai Rp2,71 triliun, atau setara dengan 169% dari target laba bersih setahun penuh. Lonjakan ini juga didukung oleh pendapatan yang melonjak 247% menjadi Rp10,42 triliun dibandingkan Rp4,22 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kinerja keuangan perseroan di semester pertama telah melampaui target yang ditetapkan untuk setahun penuh. Oleh karena itu, PT Timah saat ini sedang dalam proses mengajukan rencana kerja RKAP perubahan kepada para pemegang saham," jelas Fina. Ia menambahkan bahwa besaran target baru dalam RKAP perubahan ini belum dapat dipublikasikan karena masih menunggu persetujuan resmi dari pemegang saham. Penyesuaian serupa juga akan berlaku untuk target keuangan TINS pada tahun 2027, disesuaikan dengan arahan yang akan diberikan.
Also Read
Di sisi operasional, Direktur Produksi & Komersial TINS, Ilhamsyah Mahendra, menguraikan sejumlah strategi untuk menjaga momentum positif hingga akhir 2026. Salah satu langkah krusial adalah peningkatan kapasitas alat kerja tambang, khususnya untuk kegiatan penambangan di laut. "Mulai bulan Juli dan Agustus, kami telah menambah empat unit kapal isap produksi. Ini merupakan upaya untuk mengejar ketercapaian target hingga akhir tahun 2026," ujar Ilhamsyah.
Selain itu, emiten yang berada di bawah holding MIND ID ini juga memperluas area pertambangan darat melalui kerja sama strategis dengan berbagai mitra, disertai penambahan alat kerja di lokasi tersebut. Dukungan dari sisi regulasi juga menjadi faktor pendorong yang memberikan peluang bagi perseroan untuk mencapai target operasi, produksi, dan penjualan.
Tidak hanya memperkuat produksi, TINS juga gencar melakukan ekspansi pasar global sepanjang 2026. Perseroan berhasil memperluas jangkauan pasar di Asia Tenggara dan Eropa, termasuk membuka pasar baru di Filipina serta memperkuat kehadirannya di Inggris melalui fasilitas yang berlokasi di Southampton.
Pertumbuhan volume penjualan yang signifikan tercatat di Vietnam dan India. Khususnya India, pangsa pasar TINS di negara tersebut meningkat drastis dari sekitar 5% menjadi 12% pada tahun ini. Ilhamsyah menjelaskan, pertumbuhan pasar India didukung oleh ekspansi industri kesehatan publik dan semikonduktor, terutama di kawasan Noida. Ia mencontohkan peningkatan produksi iPhone dari sekitar 33 juta unit menjadi 55 juta unit sebagai salah satu indikator kuat pendorong permintaan timah di India.
Untuk prospek ke depan, TINS juga telah menjajaki potensi pasar di Timur Tengah sebelum pecahnya konflik Iran dan Amerika Serikat beberapa bulan lalu. Pasar Timur Tengah ini diproyeksikan menjadi salah satu target pasar TINS pada tahun 2027, di samping peluang pertumbuhan volume di sejumlah negara Eropa, Jepang, Vietnam, Filipina, dan India.






