Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara perdagangan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) dan PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM). Keputusan suspensi ini berlaku efektif mulai 11 September 2026 untuk JARR dan 10 September 2026 untuk LCKM. Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan investor dan respons terhadap kondisi pasar yang dinamis, demikian dilaporkan oleh jabarpos.id.
Saham JARR, yang dikenal sebagai salah satu emiten milik konglomerat Haji Isam, menjadi sorotan utama. Sebelum suspensi, saham perusahaan kelapa sawit ini menunjukkan kenaikan harga kumulatif yang sangat signifikan. Dalam sepekan terakhir, JARR melesat 15,22%, dan bahkan melonjak 94,24% dalam sebulan terakhir, mencapai level 3.710 per saham. BEI menjelaskan bahwa suspensi ini merupakan bagian dari ‘cooling down’ untuk memberikan waktu bagi pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan kembali keputusan investasi mereka berdasarkan informasi yang tersedia.
Sementara itu, suspensi untuk LCKM memiliki latar belakang yang berbeda. Emiten yang bergerak di sektor konstruksi telekomunikasi ini digembok perdagangannya di seluruh pasar karena adanya ketidakpastian mengenai kelangsungan usahanya (going concern). Sebelumnya, efek LCKM memang sudah disuspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan harga terakhir tercatat di level 109 per saham.
Also Read
Manajemen BEI menegaskan pentingnya transparansi dan kehati-hatian. Dalam pengumumannya, BEI menghimbau agar "para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan." Pernyataan ini, dikutip pada Jumat, 11 September 2026, menekankan perlunya investor memantau perkembangan terbaru dari kedua emiten tersebut demi pengambilan keputusan investasi yang bijak.






