Timur Tengah Memanas Rupiah Terkapar

Author Image

Endang Wulansari

13 September 2026, 02:31 WIB

Jakarta, 11 September 2026 – Pasar modal Indonesia menghadapi tekanan signifikan pada perdagangan Jumat, 11 September 2026, menyusul memanasnya situasi di Timur Tengah dan lonjakan permintaan energi global. Data yang dihimpun jabarpos.id menunjukkan bahwa gejolak geopolitik ini langsung berdampak pada kinerja indeks saham dan nilai tukar mata uang domestik, memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Pada pukul 10:04 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau anjlok 1,14%, terperosok ke level 6.514. Bersamaan dengan itu, nilai tukar Rupiah juga mengalami pelemahan drastis, merosot hingga menyentuh Rp 17.602 per Dolar AS. Kondisi ini mencerminkan respons pasar terhadap ketidakpastian global yang semakin meningkat.

Timur Tengah Memanas Rupiah Terkapar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di pasar komoditas, harga minyak mentah global melesat tajam, menembus angka USD 103 per barel. Kenaikan signifikan ini tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang merupakan salah satu produsen minyak utama dunia, serta tingginya permintaan energi di seluruh dunia. Komoditas lain juga terpantau mengalami kenaikan harga, dengan mencapai USD 145 per ton.

Analisis lebih lanjut mengenai pergerakan pasar keuangan Indonesia dan implikasi dari ketegangan global ini telah diulas oleh Shafinaz Nachiar dalam program Profit di CNBC Indonesia, Jumat, 11 September 2026. Situasi ini menggarisbawahi betapa rentannya pasar domestik terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus bergejolak.

Related Post