Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan sesi pertama Jumat (11/9/2026). Data yang dihimpun jabarpos.id menunjukkan bahwa indeks acuan ini anjlok 1,49%, atau setara dengan 98,43 poin, mencapai level 6.490,91. Peran investor asing dalam aksi jual bersih (net foreign sell) disinyalir menjadi salah satu pemicu utama pelemahan pasar.
Berdasarkan catatan Stockbit Sekuritas hingga tengah hari, investor mancanegara membukukan total pembelian saham senilai Rp2,33 triliun. Namun, angka penjualan jauh melampaui dengan total Rp2,76 triliun. Alhasil, terjadi net sell sebesar Rp428,96 miliar, memperparah sentimen negatif di bursa domestik.
Kondisi pasar yang lesu juga tergambar jelas dari dominasi saham-saham yang melemah. Sebanyak 545 saham tercatat merosot, berbanding terbalik dengan hanya 141 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 277 saham lainnya terpantau stagnan, menunjukkan minimnya daya beli di tengah gejolak pasar.
Also Read
Di antara saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas dengan nilai jual bersih mencapai Rp311,71 miliar. Menyusul di belakangnya adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan net sell Rp99,73 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang dilepas sebesar Rp50,63 miliar.
Meskipun demikian, tidak semua saham menjadi sasaran aksi jual. Beberapa emiten justru menarik minat investor asing untuk melakukan akumulasi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi primadona dengan catatan net foreign buy terbesar, yakni Rp142,46 miliar. Selain itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga diakumulasi sebesar Rp37,78 miliar, diikuti oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan Rp34 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp29,08 miliar.






