Terungkap Alasan IPO Pasar Modal Melambat

Author Image

Endang Wulansari

16 September 2026, 18:04 WIB

Jakarta – Fenomena penurunan jumlah perusahaan yang berencana melakukan Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi sorotan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya angkat bicara, memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi ini, demikian laporan jabarpos.id pada Rabu (16/9/2026).

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menjelaskan bahwa kendala yang dihadapi calon emiten dalam proses IPO dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah dinamika kondisi pasar global yang terus berubah, ditambah lagi dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Situasi ini, menurut Hasan, sangat memengaruhi waktu yang tepat bagi perusahaan untuk meluncurkan penawaran umum saham perdana mereka.

Terungkap Alasan IPO Pasar Modal Melambat
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hingga tanggal 6 September 2026, OJK mencatat setidaknya ada 7 perusahaan yang masih dalam antrean proses pendaftaran IPO. Total dana maksimum yang diperkirakan dapat dihimpun dari ketujuh perusahaan ini mencapai Rp4,02 Triliun. Namun, Hasan juga mengakui bahwa beberapa rencana IPO saham belum mendapatkan persetujuan final. Hal ini disebabkan masih adanya kebutuhan untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi yang disajikan oleh calon emiten.

OJK menegaskan bahwa fokus utamanya tidak hanya terletak pada pencapaian jumlah IPO semata, melainkan pada keseluruhan upaya penghimpunan dana di pasar modal. Sebagaimana telah disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) tahun 2026, OJK telah menetapkan target ambisius untuk penghimpunan dana pada tahun 2026 sebesar Rp250 triliun. Per tanggal 6 September 2026, nilai penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai angka Rp148,3 triliun.

Dalam upaya mencapai target tersebut, OJK senantiasa mengedepankan prinsip kualitas keterbukaan informasi serta kesiapan calon emiten. Hasan menambahkan, untuk mendukung pengembangan perusahaan yang berpotensi melakukan IPO, OJK bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara aktif terus melakukan sosialisasi. Salah satu inisiatifnya adalah melalui program coaching clinic yang diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia, bertujuan untuk membekali calon emiten dengan pemahaman dan persiapan yang matang.

Related Post