Hashim Djojohadikusumo Menggenggam Masa Depan Energi dan Digital

Author Image

Endang Wulansari

18 September 2026, 21:04 WIB

Pengusaha terkemuka Hashim Djojohadikusumo kembali menjadi sorotan setelah Arsari Group, melalui PT Nations Petroleum, berhasil memenangkan lelang Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Natuna D-Alpha. Kemenangan ini menandai ekspansi berkelanjutan kerajaan bisnisnya yang kini merambah berbagai sektor strategis, dari hulu energi hingga teknologi digital. Informasi ini diperoleh dari laporan jabarpos.id.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa Nations Petroleum meraih WK Natuna D-Alpha melalui penawaran langsung. Komitmen pasti yang disanggupi perusahaan ini selama tiga tahun pertama mencapai US$ 103,309 juta, ditambah bonus tanda tangan sebesar US$ 200 ribu. Lelang ini merupakan bagian dari Tahap I Tahun 2026 yang melibatkan enam blok migas, dengan total komitmen pasti keseluruhan mencapai US$ 141,51 juta dan akumulasi bonus tanda tangan US$ 1,6 juta.

Hashim Djojohadikusumo Menggenggam Masa Depan Energi dan Digital
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut situs resmi Arsari Group, Nations Petroleum berinvestasi pada teknologi ekstraksi dan pemulihan mutakhir. Tujuannya adalah memaksimalkan efisiensi, mengoptimalkan sumber daya, dan berkontribusi pada masa depan energi yang lebih terjamin.

Hashim Djojohadikusumo sendiri bukanlah pemain baru di industri hulu migas. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya telah dimulai sejak tahun 1994, memberinya pengalaman lebih dari tiga dekade. "Saya selain dari sebagai pengusaha minyak gas, saya sudah punya usaha minyak gas sejak tahun 1994. Maka saya sudah banyak pengalaman di bidang migas sudah 32 tahun. Dan saya juga mempunyai pengalaman di luar Indonesia," ujarnya dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat (18/9/2026).

Jejak bisnis migas keluarga Djojohadikusumo bahkan meluas hingga Asia Tengah dan Amerika Serikat, mencakup konsesi di Kazakhstan, Azerbaijan, hingga California. Dari pengalaman globalnya, Hashim menekankan tiga kunci keberhasilan investasi migas: kepastian hukum, stabilitas politik, dan aturan fiskal yang kompetitif. Ia optimis pemerintah Indonesia saat ini telah memahami resep ini untuk menarik lebih banyak investor global.

Namun, gurita bisnis Hashim Djojohadikusumo tidak berhenti di sektor migas. Arsari Group juga aktif menanamkan modal di berbagai sektor strategis lainnya, termasuk teknologi dan telekomunikasi, menunjukkan visi yang jauh ke depan dalam lanskap ekonomi digital Indonesia.

Di sektor teknologi, Arsari Group tercatat memiliki saham di PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melalui entitas investasinya, PT Arsari Nusa Investama. Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menyatakan investasi ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap transformasi digital Indonesia. Visi Arsari sejalan dengan COIN serta entitas anaknya, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, jejak Arsari Group juga tampak jelas di PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Melalui PT Arsari Sentra Data, Hashim secara tidak langsung menjadi pemilik perusahaan penyedia layanan periklanan, produk dan layanan digital, serta jaringan serat optik ini. Pada 23 Desember 2024, Arsari Sentra membeli 45% saham PT Investasi Sukses Bersama, yang merupakan pengendali WIFI dengan kepemilipan 54,42% per 31 Agustus 2026.

Sebagai informasi tambahan, pada tahun 2025, WIFI berhasil memenangkan lelang pita frekuensi 1.4 GHz Broadband Wireless Access (BWA) untuk Region 1, yang mencakup wilayah Pulau Jawa, Papua, dan Maluku, semakin mengukuhkan posisinya dalam infrastruktur digital nasional. Dengan demikian, Hashim Djojohadikusumo terus memperluas pengaruh bisnisnya di sektor-sektor kunci yang akan membentuk masa depan ekonomi Indonesia.

Related Post