Strategi Kemenkeu Redam Tren Bunga Tinggi

Author Image

Endang Wulansari

24 September 2026, 21:31 WIB

Jabarpos.id – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tren kenaikan suku bunga moneter yang tengah melanda pasar. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menegaskan bahwa seluruh Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah naungan Kemenkeu telah diberikan instruksi khusus agar tidak hanya berfokus pada perolehan keuntungan melalui bunga tinggi.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons terhadap dinamika suku bunga yang berpotensi memberikan tekanan pada daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara luas. Dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi bersama jajaran Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Kamis (24/9/2026), Suahasil menekankan pentingnya keseimbangan antara pendapatan instansi dan kebijakan operasional yang mendukung stabilitas.

Strategi Kemenkeu Redam Tren Bunga Tinggi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Di Kemenkeu, saya meminta badan layanan umum (BLU) kita, tidak hanya sekadar mengejar bunga tinggi, tetapi harus diimbangi dengan kebijakan operasionalnya," tegas Suahasil saat memberikan keterangan kepada awak media.

Menurut Suahasil, fenomena kenaikan suku bunga ini menjadi agenda utama dalam koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Kemenkeu menyadari sepenuhnya bahwa fluktuasi suku bunga memiliki dampak domino terhadap berbagai sektor ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan instrumen kebijakan untuk meredam dampak negatif dari tren kenaikan tersebut.

Salah satu instrumen yang menjadi perhatian adalah pengelolaan Surat Berharga Negara (SBN). Pemerintah berupaya menjaga agar imbal hasil atau suku bunga SBN tetap berada pada level yang optimal. Targetnya adalah menciptakan suku bunga yang tetap menarik dan dapat diterima oleh pasar, namun di sisi lain tetap efisien bagi anggaran belanja negara. Hal ini krusial agar beban pembiayaan pemerintah tidak membengkak akibat suku bunga yang terlalu tinggi.

Selain aspek makro, pemerintah juga fokus pada sektor mikro, khususnya pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Melalui PT Sarana Multigriya Financial (SMF), Kemenkeu berkomitmen untuk menyediakan skema pembiayaan kreatif agar masyarakat tetap bisa mengakses kredit perumahan dengan bunga yang terjangkau.

"Pemerintah memiliki instrumen untuk membangun rumah MBR melalui skema creative financing. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan bunga rendah melalui SMF. Ini adalah bentuk nyata kerja sama yang kami lakukan," tambah Suahasil.

Kebijakan Kemenkeu ini mendapat sambutan positif dari otoritas moneter. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengapresiasi langkah Kemenkeu yang meminta badan layanan umum untuk tidak "jor-joran" dalam mengejar keuntungan dari bunga. Destry menyoroti fenomena tingginya bunga deposito di perbankan yang saat ini sedang terjadi, dan menganggap imbauan Kemenkeu sebagai langkah preventif yang tepat untuk menjaga keseimbangan ekosistem keuangan di Indonesia.

Related Post