Strategi Baru Telkom Ubah Struktur Bisnis

Author Image

Endang Wulansari

30 September 2026, 15:31 WIB

<strong>Jabarpos.id – </strong> Raksasa telekomunikasi tanah air, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. atau yang lebih dikenal dengan kode saham TLKM, tengah mengambil langkah besar dalam peta jalan transformasi bisnisnya. Pada hari ini, Selasa, 30 September 2026, perusahaan plat merah tersebut resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membahas sejumlah agenda krusial yang akan menentukan arah masa depan perusahaan.

Berdasarkan informasi keterbukaan yang dirilis melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), pertemuan yang dilaksanakan secara daring pada pukul 14.00 WIB ini memfokuskan pembahasan pada dua poin utama. Pertama, rencana strategis pemisahan sebagian segmen usaha Wholesale Fiber Connectivity (Tahap-2). Kedua, adanya rencana perubahan dalam susunan pengurus perseroan.

Strategi Baru Telkom Ubah Struktur Bisnis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Langkah pemisahan segmen usaha ini bukan tanpa alasan. Manajemen Telkom menjelaskan bahwa agenda ini merupakan kelanjutan dari strategi transformasi besar-besaran yang telah dimulai sejak akhir tahun lalu. Melalui pemisahan Tahap-2 ini, Telkom berencana mengonsolidasikan sebagian segmen bisnis Wholesale Fiber Connectivity, termasuk seluruh aset, liabilitas, hingga kegiatan usaha terkait, ke dalam PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF).

Sebagai informasi, TIF merupakan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Telkom dengan porsi saham mencapai 99,99%. Langkah ini merupakan kelanjutan dari implementasi Tahap-1 yang sebelumnya telah disetujui oleh para pemegang saham pada Desember 2025 silam.

Pihak manajemen menekankan bahwa pembentukan entitas infrastruktur yang mandiri seperti TIF adalah langkah yang sangat strategis. Hal ini dilakukan untuk membangun model operasi yang lebih spesifik dan fokus. Dengan memisahkan unit bisnis infrastruktur, Telkom berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan serta memperkuat transparansi dalam pengelolaan bisnis.

"Langkah ini sejalan dengan tren global di industri telekomunikasi. Banyak operator besar di dunia kini mulai membentuk entitas infrastruktur tersendiri guna meningkatkan fleksibilitas pengembangan usaha dan optimalisasi nilai perusahaan melalui pengelolaan aset yang lebih terintegrasi," tulis manajemen dalam keterangannya.

Setelah proses pemisahan Tahap-2 ini rampung, struktur kepemilikan saham di TIF akan mengalami penyesuaian teknis, di mana Telkom akan memegang 99,9999999% saham, sementara sisanya sebesar 0,0000001% dimiliki oleh PT Multimedia Nusantara. Meski ada perubahan struktur di level anak perusahaan, manajemen menjamin bahwa pemisahan ini sama sekali tidak akan memengaruhi komposisi kepemilikan saham para pemegang saham Telkom saat ini.

Selain fokus pada restrukturisasi bisnis, RUPSLB kali ini juga menjadi momen penting bagi perubahan manajemen. Agenda kedua rapat ini akan membahas mengenai perubahan susunan pengurus perseroan. Perubahan ini diprediksi akan membawa warna baru dalam kepemimpinan Telkom guna menghadapi tantangan industri digital yang semakin kompetitif.

Melalui rangkaian keputusan dalam RUPSLB ini, Telkom berupaya memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat memberikan nilai tambah jangka panjang, baik bagi keberlangsungan perusahaan maupun bagi para pemegang sahamnya. Pantauan pasar kini tertuju pada hasil akhir rapat untuk melihat bagaimana wajah baru manajemen dan struktur bisnis Telkom ke depannya.

Related Post