Strategi United Tractors Jaga Harga Saham

Author Image

Endang Wulansari

1 Oktober 2026, 10:31 WIB

Jabarpos.id – PT United Tractors Tbk (UNTR), salah satu pemain utama dalam grup Astra yang mengelola bisnis perdagangan alat berat, secara resmi mengumumkan rencana besar untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham. Langkah strategis ini melibatkan alokasi dana yang tidak main-main, yakni mencapai angka maksimal Rp2 triliun. Keputusan ini diambil di tengah kondisi pasar modal yang sedang mengalami fluktuasi cukup tajam.

Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi korporasi ini bukan sekadar langkah finansial biasa. Manajemen UNTR menegaskan bahwa buyback ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham serta menumbuhkan kembali kepercayaan investor di pasar modal. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham serta menjadi cerminan kuat atas kondisi fundamental perusahaan yang tetap solid.

Strategi United Tractors Jaga Harga Saham
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam rincian teknisnya, manajemen memastikan bahwa jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melampaui batas 20 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Perusahaan juga berkomitmen untuk tetap menjaga porsi saham publik atau free float agar tidak turun di bawah angka 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor, guna menjaga likuiditas perdagangan di bursa.

Menariknya, dana jumbo senilai Rp2 triliun tersebut tidak akan diambil dari pinjaman bank maupun hasil penawaran umum. United Tractors menegaskan bahwa seluruh biaya untuk aksi korporasi ini akan bersumber sepenuhnya dari kas internal perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi likuiditas perusahaan saat ini sangat sehat dan mampu membiayai kebutuhan strategis tanpa mengganggu stabilitas keuangan.

Rencana eksekusi buyback ini dijadwalkan akan berlangsung mulai 1 Oktober 2026 hingga berakhir pada 31 Desember 2026. Namun, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk menghentikan proses ini lebih awal jika dana yang dialokasikan sudah mencapai batas maksimal Rp2 triliun atau jika manajemen menilai kondisi pasar sudah cukup stabil. Terkait harga perolehan, perusahaan akan menetapkan harga yang dianggap wajar dan kompetitif sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jika menilik proyeksi laporan keuangan, aksi ini diprediksi akan sedikit mengubah struktur neraca perusahaan. Total aset yang semula berada di angka Rp179,1 triliun diperkirakan akan turun menjadi Rp177,1 triliun. Begitu pula dengan total ekuitas yang diproyeksikan menyusut dari Rp101,8 triliun menjadi Rp99,8 triliun. Meski demikian, dampak positifnya akan terlihat pada laba per saham (earnings per share) yang diprediksi naik dari Rp271 menjadi Rp277.

Manajemen UNTR optimis bahwa langkah ini tidak akan mengganggu operasional maupun rencana pengembangan bisnis jangka panjang. Saham yang dibeli kembali nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri, yang sewaktu-waktu dapat dijual kembali jika perusahaan membutuhkan tambahan modal di masa depan dengan nilai yang lebih optimal.

Related Post