Lompatan Besar Kinerja Waskita Karya

Author Image

Endang Wulansari

22 Oktober 2026, 18:31 WIB

Jabarpos.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk menunjukkan taringnya dalam upaya pemulihan bisnis melalui capaian finansial yang sangat impresif. Berdasarkan data terbaru, perusahaan konstruksi milik negara ini berhasil mencatatkan lonjakan pendapatan yang signifikan sepanjang periode Januari hingga September 2026. Strategi penguatan kinerja yang dijalankan manajemen mulai membuahkan hasil nyata di tengah proses restrukturisasi yang sedang berlangsung.

Pada kuartal ketiga tahun ini, Waskita Karya berhasil membukukan pendapatan usaha atau revenue sebesar Rp8,13 triliun secara year on year (yoy). Angka fantastis ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, di mana pendapatan perusahaan hanya berada di angka Rp5,29 triliun. Lonjakan pendapatan ini mencapai 53,73%, sebuah sinyal positif bagi kesehatan fundamental perusahaan.

Lompatan Besar Kinerja Waskita Karya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pemicu utama dari ledakan pendapatan ini adalah sektor jasa konstruksi yang tumbuh meroket hingga 71,5%. Kontribusi dari sektor ini meningkat dari Rp3,76 triliun menjadi Rp6,45 triliun. Selain itu, keberhasilan penyerapan realisasi proyek, terutama pada proyek-proyek strategis pemerintah yang mencapai Rp3,9 triliun, menjadi motor penggerak utama bagi arus kas perusahaan.

Corporate Secretary Waskita Karya, Steven Subiantoro, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata dari perbaikan operasional yang solid. Menurutnya, performa positif ini diraih di tengah upaya keras perusahaan dalam melakukan restrukturisasi keuangan dan operasional yang telah dimulai sejak tahun 2023.

"Demi memperkuat struktur keuangan, Waskita telah menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) pada 2024 yang melibatkan 21 bank. Kami sangat konsisten dalam menjalankan implementasi perjanjian ini hingga saat ini," ujar Steven dalam keterangan resminya.

Efek dari restrukturisasi ini membuat perusahaan memiliki kapasitas yang lebih baik dalam memenuhi kewajiban finansialnya. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai pembayaran pinjaman bank jangka panjang yang melonjak 78,18%, dari sebelumnya Rp393,65 miliar menjadi Rp701,39 miliar. Manajemen juga terus berupaya menekan beban keuangan agar tetap terkendali.

Secara keseluruhan, sejak akhir 2023, Waskita Karya telah berhasil memangkas total utangnya sebesar 20,8%. Jika sebelumnya beban utang berada di angka Rp84 triliun, kini telah menyusut menjadi Rp66,5 triliun. Selain itu, perusahaan juga telah melunasi 100% kewajiban pajak past due sejak restrukturisasi efektif dijalankan.

Steven menekankan bahwa restrukturisasi bagi Waskita bukan sekadar menunda pembayaran utang, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi perusahaan. Dengan adanya persetujuan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2024 pada September lalu, harapan agar suspensi saham WSKT segera dicabut pun semakin terbuka lebar.

Menatap masa depan, Waskita Karya berkomitmen untuk kembali fokus pada bisnis inti sebagai kontraktor murni. Perusahaan akan menerapkan strategi pengerjaan proyek dengan skema pembayaran bulanan guna menghindari sistem turnkey demi menjaga stabilitas modal kerja. Perusahaan juga terus menjalin koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan, termasuk Danantara, untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Related Post