Strategi Digital Bank Mandiri

Author Image

Endang Wulansari

23 Oktober 2026, 00:04 WIB

Jabarpos.id – Dinamika perilaku masyarakat yang kian berubah menuntut sektor perbankan untuk terus beradaptasi dengan cepat. Menanggapi ekspektasi nasabah yang semakin kompleks, Bank Mandiri secara agresif melakukan transformasi besar-besaran dengan memperkuat ekosistem digital serta meningkatkan standar kualitas layanan di seluruh lini. Langkah ini diambil guna memastikan setiap interaksi nasabah, baik secara daring maupun luring, berjalan dengan aman, nyaman, dan dapat diandalkan.

Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, menegaskan bahwa pengalaman pelanggan atau customer experience menjadi fondasi utama dalam setiap inovasi yang dilakukan perusahaan. Menurutnya, nasabah saat ini tidak hanya mencari kecepatan dan keamanan, tetapi juga solusi finansial yang mampu menjawab kebutuhan spesifik mereka secara personal.

Strategi Digital Bank Mandiri
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Bagi kami, pengalaman nasabah adalah landasan utama. Kami terus berupaya memastikan setiap interaksi memberikan nilai tambah dan kenyamanan bagi mereka," ujar Timothy dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (22/10/2026).

Melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, bank berlogo kuning ini telah membangun sebuah ekosistem finansial yang terintegrasi secara menyeluruh. Aplikasi tersebut dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mulai dari menabung (Save Money), bertransaksi (Move Money), pembiayaan (Borrow Money), hingga investasi (Grow Money). Tidak berhenti di situ, Livin’ juga telah terintegrasi dengan berbagai solusi gaya hidup (lifestyle) untuk memudahkan aktivitas sehari-hari nasabah.

Salah satu terobosan terbaru yang mencuri perhatian adalah peluncuran layanan emas digital. Setelah mendapatkan izin bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri resmi menjadi bank konvensional pertama di tanah air yang memiliki lisensi tersebut. Melalui fitur di Livin’, nasabah kini bisa membuka tabungan emas, melakukan transaksi jual-beli, hingga mencicil emas. Menariknya, nasabah juga memiliki opsi untuk mengambil emas fisik secara langsung melalui kantor cabang atau ATM Emas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Keberhasilan strategi digital ini terbukti dari data pertumbuhan pengguna Livin’ by Mandiri yang mencapai 42,2 juta pengguna terdaftar hingga Agustus 2026, atau tumbuh 23,4% secara tahunan (YoY). Frekuensi transaksi pun melonjak hingga 3,7 miliar kali. Pertumbuhan masif ini turut mendongkrak penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri yang mencapai Rp1.687 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri.

Meski sangat fokus pada digitalisasi, Bank Mandiri menyadari bahwa sentuhan manusia tetaplah krusial. Oleh karena itu, perusahaan menerapkan strategi Online-to-Offline (O2O) dengan mengintegrasikan layanan digital dengan jaringan kantor cabang, ATM/CRM, serta contact center. Salah satu contohnya adalah fitur Livin’ Call yang memungkinkan nasabah menghubungi layanan bantuan tanpa pulsa dan proses verifikasi yang lebih singkat.

Atas dedikasi dalam memberikan layanan terbaik, Bank Mandiri berhasil meraih predikat Sector Champion untuk kategori Financial Services dan Grand Champion sebagai BUMN dengan skor layanan tertinggi dalam ajang Danantara Indonesia CX100. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan yang "menang" dan memberikan nilai tambah bagi seluruh nasabahnya.

Related Post