Strategi Cuan Bisnis Gas CNG 2026

Author Image

Endang Wulansari

24 Oktober 2026, 18:31 WIB

Jabarpos.id – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi yang diprediksi akan membayangi tahun 2026, sektor energi alternatif justru menunjukkan sinyal pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Salah satu pemain utama yang kini tengah mencuri perhatian pasar adalah PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS). Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi ini mematok target yang cukup ambisius di tengah dinamika pasar energi nasional.

Emiten ini optimis mampu meraup pendapatan hingga Rp 879 miliar pada tahun 2026 mendatang. Tidak hanya mengejar omzet, CGAS juga menargetkan perolehan laba bersih yang solid di angka Rp 23,9 miliar. Target ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan refleksi dari strategi ekspansi yang tengah dijalankan perusahaan untuk menguasai pangsa pasar gas industri dan ritel.

Strategi Cuan Bisnis Gas CNG 2026
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Presiden Direktur Citra Nusantara Gemilang, Andhika Purwonugroho, mengungkapkan bahwa perusahaan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sekitar 20 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal III-2026. Menurutnya, meskipun kondisi ekonomi global dan domestik penuh dengan dinamika, sektor distribusi gas memiliki daya tahan yang kuat.

Salah satu tantangan sekaligus peluang besar yang dihadapi adalah dinamika pasokan gas, khususnya di wilayah Jawa Barat. Untuk menjawab tantangan tersebut, CGAS berkomitmen untuk memastikan seluruh kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi tanpa kendala. Langkah strategis yang diambil adalah dengan memperkuat konektivitas infrastruktur gas yang membentang dari Jawa Barat hingga ke Jawa Timur. Penguatan jalur distribusi ini dianggap krusial agar aliran gas ke sektor industri maupun rumah tangga tetap stabil.

Dalam upaya mengejar target bisnis tersebut, CGAS fokus pada optimalisasi infrastruktur gas yang telah mereka miliki. Perusahaan menyadari bahwa tantangan distribusi adalah hambatan utama dalam bisnis energi. Oleh karena itu, efisiensi jalur distribusi menjadi prioritas agar permintaan pasar yang terus meningkat dapat terakomodasi dengan baik.

Menariknya, CGAS tidak hanya ingin bergantung pada pelanggan skala industri besar. Perusahaan tengah melakukan diversifikasi pasar dengan menyasar segmen pelanggan ritel. Strategi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan menciptakan aliran pendapatan baru yang lebih stabil. Sebagai bagian dari rencana ekspansi jangka panjang, CGAS menargetkan penambahan dua stasiun gas baru, sehingga total stasiun gas yang mereka kelola akan mencapai sembilan unit pada tahun 2027.

Kehadiran CNG juga dipandang memiliki peran strategis dalam skala nasional, yakni sebagai solusi untuk menekan angka impor LPG yang selama ini membebani neraca perdagangan negara. Dengan beralih ke gas alam terkompresi yang lebih efisien, ketergantungan terhadap produk impor dapat dikurangi secara bertahap. Melalui langkah ini, CGAS tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga turut berkontribusi pada ketahanan energi nasional.

Related Post