Laba RAJA Melonjak Drastis Hingga 81 Persen

Author Image

Endang Wulansari

2 November 2026, 12:31 WIB

Jabarpos.id – Emiten energi milik Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), sukses mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif pada periode kuartal III tahun 2026. Perusahaan ini berhasil membukukan laba tahun berjalan mencapai US$43.808.186. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka tersebut menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan, yakni sebesar 81,78 persen.

Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), pertumbuhan laba ini didorong oleh pendapatan bersih perusahaan yang menyentuh angka US$203.857.206. Meskipun pendapatan tersebut hanya tumbuh tipis sebesar 3,98 persen dibandingkan periode tahun lalu yang sebesar US$196.048.891, namun efisiensi biaya menjadi kunci utama keberhasilan RAJA.

Laba RAJA Melonjak Drastis Hingga 81 Persen
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu faktor krusial yang mendukung kenaikan laba adalah penurunan beban pokok pendapatan. Perusahaan berhasil menekan biaya tersebut sebesar 5,09 persen menjadi US$132.651.265. Efisiensi ini berdampak langsung pada kenaikan laba bruto yang melesat 26,50 persen menjadi US$71.205.941. Dengan demikian, marjin laba bruto perusahaan juga mengalami perbaikan yang cukup tajam, dari sebelumnya 28,71 persen menjadi 34,93 persen.

Meskipun beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar 38,04 persen, hal tersebut tidak menghalangi pertumbuhan laba usaha yang tetap tumbuh kuat sebesar 33,52 persen menjadi US$54.139.348. Kenaikan ini juga dibantu oleh beberapa pos non-operasional, termasuk keuntungan dari selisih kurs dan keuntungan dari pembelian diskon (gain on bargain purchase) yang mencapai US$3,9 juta.

Kontributor paling fenomenal dalam pertumbuhan laba kali ini berasal dari bagian laba entitas asosiasi yang melonjak drastis hingga 362,25 persen menjadi US$18.567.551. Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi, menjelaskan bahwa kontribusi investasi strategis menjadi motor penggerak utama. Salah satunya adalah pendapatan investasi sebesar US$13,2 juta dari kepemilikan 20 persen saham di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut memberikan dampak positif pada pendapatan investasi dari PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC). Keuntungan dari akuisisi SMS Development Ltd. melalui PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) juga memberikan suntikan dana yang signifikan bagi perusahaan.

"Meskipun sektor hilir sempat mengalami kendala operasional, kami tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba yang kuat. Hal ini berkat disiplin dalam pengelolaan biaya serta kontribusi dari investasi strategis, termasuk HCML yang sudah memberikan dampak positif sejak tahun pertama," ungkap Djauhar dalam keterangannya.

Menatap sisa tahun 2026, RAJA telah menyiapkan strategi untuk kuartal keempat. Fokus utama perusahaan adalah memulihkan volume penjualan gas, menuntaskan berbagai proyek infrastruktur energi, serta mengoptimalkan seluruh portofolio investasi yang dimiliki. Perusahaan juga berencana memanfaatkan penawaran obligasi dan sukuk untuk memperkuat fleksibilitas keuangan guna mendukung ekspansi bisnis di masa depan. Melalui langkah ini, RAJA berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental usaha dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang sahamnya.

Related Post