Laba Bank Mayapada Meroket Tajam

Author Image

Endang Wulansari

4 November 2026, 21:04 WIB

Jabarpos.id – PT Bank Mayapada Internasional Tbk menunjukkan performa keuangan yang sangat impresif dalam laporan kinerja terbaru mereka. Hingga periode September 2026, emiten perbankan ini berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih yang sangat signifikan, menandakan adanya penguatan fundamental bisnis yang cukup solid di tengah dinamika ekonomi nasional.

Berdasarkan data laporan keuangan yang dirilis perusahaan, Bank Mayapada sukses membukukan laba bersih mencapai Rp87 miliar hingga akhir September 2026. Jika menilik ke belakang, angka ini menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa sebesar 107 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun 2025, yang saat itu hanya berada di angka Rp42 miliar. Kenaikan lebih dari dua kali lipat ini menjadi sinyal positif mengenai efektivitas strategi bisnis yang dijalankan manajemen dalam menghasilkan keuntungan.

Laba Bank Mayapada Meroket Tajam
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tidak hanya dari sisi profitabilitas, ekspansi bisnis Bank Mayapada juga terlihat dari pertumbuhan total asetnya. Per September 2026, total aset perseroan menyentuh angka Rp171,867 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 11,21 persen dibandingkan posisi pada September 2025 yang tercatat sebesar Rp154,540 triliun. Pertumbuhan aset ini mencerminkan skala bisnis bank yang semakin membesar dan kapasitasnya dalam mengelola sumber daya yang ada.

Sejalan dengan pertumbuhan aset, nilai kekayaan bersih atau ekuitas perusahaan juga mengalami penguatan. Total ekuitas Bank Mayapada tercatat sebesar Rp19,079 triliun, tumbuh sekitar 12,04 persen secara tahunan dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp17,028 triliun pada September 2025. Peningkatan ekuitas ini menjadi indikator penting bagi kesehatan finansial jangka panjang perusahaan.

Dari sisi ketahanan modal, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Mayapada juga menunjukkan tren positif. Rasio CAR naik menjadi 11,09 persen pada September 2026, meningkat dari posisi 10,09 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penguatan rasio ini sangat krusial karena menunjukkan kemampuan bank dalam memitigasi risiko operasional serta menyediakan modal yang cukup untuk mendukung ekspansi usaha di masa mendatang.

Terkait likuiditas, bank ini mencatatkan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 77,06 persen berdasarkan data Juni 2026. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan posisi Juni 2025 yang berada di level 83,83 persen, yang mengindikasikan adanya penyesuaian dalam komposisi penyaluran kredit terhadap dana pihak ketiga yang dihimpun.

Meski menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, manajemen tetap memberikan catatan penting terkait kualitas aset. Salah satu fokus utama adalah pengendalian rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross. Kabar baiknya, NPL gross Bank Mayapada menunjukkan perbaikan yang cukup berarti, yakni dari 4,02 persen pada Juni 2026 menjadi 3,36 persen pada akhir September 2026.

Pihak manajemen menegaskan bahwa konsistensi dalam menjaga profitabilitas, permodalan, dan likuiditas akan menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperhatikan efisiensi operasional serta kualitas kredit guna memastikan pertumbuhan yang sehat di masa depan, sebagaimana dikutip dari jabarpos.id.

Related Post