Ambisi Besar Danantara Garap Alutsista dan Mobil Nasional

Author Image

Endang Wulansari

6 November 2026, 04:04 WIB

Jabarpos.id – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) dan Danantara tengah menyiapkan langkah strategis besar untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri. Fokus utama dari gerakan ini adalah melakukan investasi skala besar pada sektor industri pertahanan atau alutsista serta pengembangan proyek mobil nasional. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi produk luar negeri, melainkan mampu menjadi pemain utama dalam manufaktur teknologi tinggi.

Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa setiap proyek strategis yang akan dijalankan harus berpijak pada penggunaan teknologi paling mutakhir. Menurutnya, investasi besar-besaran akan dikucurkan agar fasilitas produksi yang dibangun di tanah air memiliki standar kualitas kelas dunia.

Ambisi Besar Danantara Garap Alutsista dan Mobil Nasional
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Apa pun sektor yang kita masuki, kita harus menggunakan teknologi terbaru (the latest technology) dan kita akan berinvestasi secara besar-besaran. Kita tidak ingin hanya menjadi pengikut (follower). Target kita adalah membangun manufaktur terbaik dengan teknologi paling modern," tegas Dony dalam sebuah pertemuan strategis di Wisma Danantara.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi penting, termasuk Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa, serta direksi dari dua raksasa industri pertahanan nasional, yakni PT LEN dan PT Pindad. Diskusi ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara lembaga pengelola investasi dan perusahaan BUMN manufaktur akan semakin erat.

Dony menjelaskan bahwa peran Danantara adalah memberikan dukungan penuh, terutama dalam hal peningkatan kapasitas produksi. Dengan dukungan modal dan teknologi, perusahaan-perusahaan seperti PT Pindad diharapkan dapat meningkatkan volume produksi mereka secara signifikan. Hal ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan nasional, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi yang nyata bagi negara melalui margin keuntungan yang sehat.

"Kami akan mendukung semuanya. Ini akan sangat menguntungkan bagi Pindad karena adanya kepastian serapan produk (offtake) dan margin yang jelas, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat besar bagi negara," tambahnya.

Selain sektor pertahanan, ambisi Danantara juga menyasar sektor otomotif melalui pengembangan mobil nasional. Proyek ini diproyeksikan menjadi tonggak sejarah baru bagi industri otomotif tanah air. Dengan mengintegrasikan teknologi modern dan fasilitas produksi yang canggih, pemerintah berharap proyek mobil nasional ini dapat menjadi wadah bagi talenta-talenta terbaik Indonesia untuk berinovasi dan berkarya di negeri sendiri.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan suntikan investasi yang masif, BP BUMN dan Danantara optimis bahwa kemandirian industri nasional dapat segera terwujud. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat posisi ekonomi Indonesia di kancah global melalui penguasaan teknologi manufaktur yang mumpuni. Melansir laporan dari jabarpos.id, langkah ini menjadi bagian dari visi besar transformasi BUMN menuju entitas yang lebih kompetitif dan mandiri.

Related Post