Jabarpos.id – Memanasnya tensi geopolitik global ternyata ikut memengaruhi denyut nadi industri perasuransian tanah air. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, mengingatkan para petinggi asuransi untuk waspada dan mengambil langkah antisipatif.
Ogi menjelaskan, konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, baik geopolitik, politik, maupun perdagangan, berpotensi memengaruhi kinerja perusahaan asuransi di Indonesia. "Kondisi geopolitik global, seperti konflik Israel-Iran dan kebijakan tarif antar negara, dapat memengaruhi sentimen pasar keuangan yang berdampak pada kinerja portofolio investasi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima jabarpos.id, Senin (21/7/2025).

Menyikapi situasi ini, OJK mendorong perusahaan asuransi untuk terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan investasi. Diversifikasi portofolio dan penguatan manajemen risiko menjadi kunci untuk menghadapi ketidakpastian global.
Secara khusus, Ogi menyoroti pentingnya transparansi dan peningkatan literasi bagi pemegang polis unit link. Nasabah perlu memahami profil risiko dan manfaat produk secara menyeluruh. Data OJK mencatat, hingga Mei 2025, premi unit link mencapai Rp16,52 triliun atau 22,78% dari total premi asuransi jiwa.
Sebagai regulator, OJK terus memantau potensi risiko sistemik dan sektoral, termasuk dampak dari sisi geopolitik terhadap berbagai lini asuransi. Pemantauan berkala ini dilakukan untuk memastikan stabilitas dan kesehatan industri perasuransian nasional.





