jabarpos.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menunjukkan performa yang menjanjikan di paruh pertama tahun 2025. Emiten berkode PGEO ini berhasil membukukan pendapatan sebesar US$204,85 juta atau setara dengan Rp3,34 triliun.
Kinerja positif ini mencerminkan potensi besar sektor energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Menurut laporan jabarpos.id, pendapatan PGEO mengalami peningkatan sebesar 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY). Laba tahun berjalan perusahaan juga tercatat solid, mencapai US$68,93 juta.

Analis Trimegah Sekuritas, Sabrina, menilai bahwa kebijakan pemerintah yang semakin mendukung sektor panas bumi menjadi katalis positif bagi PGEO. "PGEO adalah pemain utama di sektor panas bumi Indonesia," ujarnya. Dengan kapasitas terpasang 1.932 megawatt (MW), PGEO memiliki skala dan pengalaman operasional yang mumpuni.
Sabrina juga menyoroti langkah ekspansi PGEO yang agresif, termasuk pengoperasian PLTP Lumut Balai Unit 2 dan pengembangan proyek Hululais Unit 1 & 2. Rencana ekspor listrik EBT sebesar 3 GW ke Singapura juga menjadi angin segar bagi industri energi bersih nasional.
Valuasi PGEO dinilai masih menarik, mengingat potensi pengembangan panas bumi nasional yang mencapai sekitar 24 GW. Peningkatan pelaksanaan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) antara Independent Power Producer (IPP) dan PLN diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan PGEO di masa depan.





