WIFI Incar Link Net? Hashim Djojohadikusumo Buka-bukaan Soal Akuisisi

Author Image

Endang Wulansari

11 September 2025, 04:04 WIB

Jabarpos.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), emiten milik Hashim Djojohadikusumo, akhirnya angkat bicara terkait kabar akuisisi PT Link Net Tbk (LINK), perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Axiata Group.

Shannedy Ong, Technology Director WIFI, mengungkapkan bahwa perusahaannya saat ini sedang dalam proses penawaran pembelian Link Net. Seperti diketahui, kepemilikan saham LINK saat ini didominasi oleh Axiata Investment Sdn. Bhd (70,66%) dan XL Smart Telecom Sejahtera (19,22%).

WIFI Incar Link Net? Hashim Djojohadikusumo Buka-bukaan Soal Akuisisi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Mengenai akuisisi Link Net, kami masih dalam tahap bidding process. Karena terikat NDA dengan pemegang saham, kami belum bisa memaparkan detailnya. Namun, setelah proses ini diformalkan, kami akan segera melakukan publikasi atau keterbukaan informasi di pasar," jelas Shannedy dalam Public Expose Live 2025, Rabu (10/9/2025).

Link Net sendiri dikenal sebagai salah satu Internet Service Provider (ISP) yang bermitra dengan Surge dalam pemasangan home pass. Home pass mengacu pada potensi jumlah rumah atau bangunan yang dapat terhubung dengan jaringan internet di suatu wilayah layanan.

Yune Marketatmo, Presiden Direktur WIFI, menambahkan bahwa perusahaannya telah menjalin kerja sama dengan 400 kontraktor atau ISP lokal. Setiap kontraktor berkomitmen untuk membangun sekitar 1000 home pass pelanggan per bulan.

"Hingga Juni kemarin, di semester pertama, total pelanggan yang telah kami sambungkan mencapai lebih dari 400 ribu, dengan total home pass lebih dari 800 ribu. Ini tercapai dalam waktu yang relatif singkat," ungkap Yune.

Sebelumnya, jabarpos.id memberitakan bahwa Surge dikabarkan tertarik mengakuisisi saham Link Net yang rencananya akan dilepas oleh Axiata Group.

Mengutip DealStreetAsia, PT Solusi Sinergi Digital (Surge) dan I Squared Capital yang berbasis di Amerika Serikat (AS) disebut-sebut sebagai calon pembeli. UBS bertindak sebagai penasihat penjualan dalam aksi korporasi ini.

Grup Salim dan Sinar Mas juga sempat dikabarkan tertarik pada Link Net, meskipun informasi ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Jika terealisasi, kesepakatan ini diperkirakan bernilai lebih dari US$ 1 miliar, berpotensi menjadi salah satu transaksi infrastruktur digital terbesar di Asia Tenggara tahun ini.

Sebagai informasi tambahan, XL Axiata mengakuisisi Link Net pada tahun 2022 dari Lippo Group senilai US$500 juta. Axiata saat ini berupaya melepas seluruh kepemilikan sahamnya di Link Net yang dipegang melalui Axiata Investments (Indonesia) dan XL Smart Telecom Sejahtera (XLSmart) sebagai bagian dari penataan ulang portofolio regional.

Related Post