Geger! Futura Energi Gandeng Raksasa China, Siap Bangun PLTS Raksasa di Bali?

Author Image

Endang Wulansari

22 Oktober 2025, 18:04 WIB

jabarpos.id – PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) membuat gebrakan besar dengan menggandeng dua perusahaan raksasa asal China, Zhejiang Energy PV-Tech Co., Ltd dan PT Hypec International. Kolaborasi ini bertujuan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTSA) dengan kapasitas mencapai 130 Megawatt (MW).

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) telah dilakukan pada Selasa, 21 Oktober 2025. Meskipun nilai transaksi masih dalam tahap kajian, langkah ini diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan pendapatan FUTR di masa depan. Informasi ini disampaikan langsung oleh perusahaan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Geger! Futura Energi Gandeng Raksasa China, Siap Bangun PLTS Raksasa di Bali?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Utama FUTR, Tonny Agus Mulyanto, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan debut FUTR di sektor energi terbarukan. Langkah ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. "Kami menggandeng perusahaan China yang memiliki rekam jejak mumpuni dalam mengerjakan proyek serupa. Dari sisi finansial, kami didukung oleh Zhejiang, sementara Hypec akan mendukung dari sisi EPC, yang juga telah memiliki beberapa proyek di Indonesia," jelas Tonny.

Bali dipilih sebagai lokasi proyek PLTS ini, yang akan dikerjakan secara bertahap. Saat ini, FUTR tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Bali untuk menentukan lokasi pembangunan yang sesuai dengan tata ruang dan potensi wilayah.

Untuk mengelola proyek PLTS ini, FUTR berencana membentuk anak perusahaan khusus. Targetnya, seluruh proses dokumentasi, studi kelayakan, dan perizinan akan rampung pada semester pertama tahun 2026, sehingga konstruksi dapat segera dimulai. Investasi proyek ini akan disesuaikan dengan ketentuan tarif yang diatur dalam Perpres Nomor 112 Tahun 2022 tentang "Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan."

Sebagai informasi tambahan, Indonesia telah memiliki PLTS Terapung terbesar di ASEAN yang berlokasi di Waduk Cirata, Jawa Barat. Proyek senilai US$ 145 juta ini merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Perlu diketahui bahwa FUTR mengalami perubahan haluan bisnis setelah diakuisisi oleh PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara) yang kini menjadi pemegang saham pengendali. Ardhantara berencana menjadikan FUTR sebagai holding energi hijau yang akan menaungi berbagai proyek energi, khususnya energi baru terbarukan (EBT). Saham FUTR saat ini masih dalam status suspensi oleh BEI sejak 26 September 2025.

Related Post