Beranda / Berita / Harga Emas Terbang Tinggi? Analis Ungkap Angka Fantastis!

Harga Emas Terbang Tinggi? Analis Ungkap Angka Fantastis!

Jabarpos.id, Jakarta – Bank investasi raksasa, Morgan Stanley, membuat prediksi yang cukup mengejutkan terkait harga emas. Mereka memperkirakan logam mulia ini bisa meroket hingga US$4.500 per ounce pada pertengahan 2026. Angka ini setara dengan sekitar Rp73 juta, dengan asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS.

Lonjakan harga ini, menurut Morgan Stanley, didorong oleh permintaan fisik yang terus meningkat dari bank sentral dan dana investasi berbasis emas (ETF). Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas dianggap sebagai aset safe haven yang menarik.

Baca juga:  Fabregas Tak Sabar Hadapi Mantan Pelatihnya, Antonio Conte, di Serie A
Harga Emas Terbang Tinggi? Analis Ungkap Angka Fantastis!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Pergerakan harga emas belakangan ini memang sudah masuk zona overbought berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI), tetapi koreksi terakhir membuatnya lebih sehat dan menata ulang posisi pasar," tulis Morgan Stanley dalam laporan yang dikutip jabarpos.id dari Reuters.

Bank asal Amerika Serikat itu juga memprediksi bahwa pembelian emas oleh ETF akan terus berlanjut seiring dengan potensi penurunan suku bunga global. Sementara itu, bank sentral diperkirakan masih akan membeli emas, meskipun dengan laju yang lebih moderat. Permintaan perhiasan juga diprediksi akan tetap stabil.

Baca juga:  Airlangga Hartarto Ajak Ridwan Kamil Maju di Pilgub DKI 2024

Namun, Morgan Stanley juga mengingatkan adanya risiko penurunan harga emas. Volatilitas pasar dapat membuat investor beralih ke aset lain, atau kebijakan bank sentral yang mungkin mengurangi cadangan emas mereka.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak lebih dari 54%, menembus sejumlah rekor tertinggi, termasuk posisi puncak US$4.381,21 per ounce pada 20 Oktober lalu. Namun, setelah itu harga terkoreksi lebih dari 8%.

Baca juga:  Wadirut GOTO Jual Saham Pribadi? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Reli harga emas tahun ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, serta aliran dana masuk ke ETF berbasis emas yang terus menguat.