Beranda / Berita / Badai Mengintai! Ribuan Perusahaan Swasta Terancam Bangkrut

Badai Mengintai! Ribuan Perusahaan Swasta Terancam Bangkrut

Badai Mengintai! Ribuan Perusahaan Swasta Terancam Bangkrut

Jabarpos.id, Jakarta – Sektor ekuitas swasta tengah menghadapi tantangan berat. Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa sekitar 80% perusahaan swasta berpotensi menjadi "perusahaan zombi" dalam satu dekade mendatang.

Kondisi ini dipicu oleh kesulitan menggalang modal baru dan minimnya peluang keluar (exit) bagi investasi yang sudah ada. Chief Executive EQT, Per Franzén, mengungkapkan bahwa dari lebih dari 15.000 perusahaan modal swasta, hanya sekitar 5.000 yang berhasil mengumpulkan dana dalam tujuh tahun terakhir. Ia memprediksi, jumlah perusahaan zombi akan terus bertambah karena banyak manajer dana yang hanya mampu bertahan dengan mengelola investasi lama tanpa kemampuan menarik modal segar.

Baca juga:  Misteri Emas 57 Ton Soekarno di Bank Swiss Terkuak, Fakta Mengejutkan!
Badai Mengintai! Ribuan Perusahaan Swasta Terancam Bangkrut
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Istilah "perusahaan zombi" sendiri merujuk pada perusahaan yang masih beroperasi namun tidak memiliki prospek pertumbuhan yang berkelanjutan. Mereka hanya mampu bertahan dengan mengelola investasi lama tanpa kemampuan untuk menggalang modal baru.

Menanggapi situasi ini, banyak perusahaan mencoba meningkatkan biaya dari dana yang sudah ada atau menggunakan continuation fund, sebuah instrumen yang memungkinkan mereka menjual aset kepada diri sendiri untuk memperoleh biaya manajemen baru. Namun, Franzén menilai strategi ini tidak berkelanjutan dan hanya akan memperburuk keadaan.

Baca juga:  Perusahaan India Mengincar Investasi di Sektor Farmasi Indonesia

Ia meyakini bahwa hanya segelintir perusahaan besar yang terdiversifikasi secara global yang akan menguasai sebagian besar modal di pasar swasta dalam siklus penggalangan dana berikutnya. Data Preqin menunjukkan bahwa jumlah dana ekuitas swasta yang mencapai penutupan akhir (final close) pada 2025 berada di jalur terendah dalam sembilan tahun terakhir.

Meskipun demikian, beberapa pelaku industri tetap optimis. Rob Lucas, CEO grup modal swasta CVC, berpendapat bahwa permintaan terhadap investasi alternatif masih akan tumbuh dan industri ini hanya akan mengalami perubahan bentuk, bukan kematian.