Aksi Profit Taking Warnai Pasar Saham Global, Sentimen Apa yang Mendasarinya?

spot_img

Jabarpos.id – Reli saham teknologi yang sempat mencetak rekor di Bursa Tokyo dan Taipei ternyata tak bertahan lama. Pasar saham global kini dilanda aksi profit taking atau ambil untung, memicu pertanyaan tentang sentimen apa yang sebenarnya mendasari pergerakan ini.

Investor di Korea Selatan, menurut laporan Reuters yang dikutip jabarpos.id, menjadi yang terdepan dalam aksi jual, memanfaatkan kenaikan indeks KOSPI yang mencapai 2,8% pada hari Senin. Kondisi ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Baca juga:  Langit Cirebon Diprediksi Berawan Tebal Sepanjang Hari
Aksi Profit Taking Warnai Pasar Saham Global, Sentimen Apa yang Mendasarinya?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Wall Street, yang sempat menguat, juga menunjukkan sinyal penurunan. Indeks berjangka S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi, sementara indeks STOXX 50 Eropa juga berada di zona merah. Penundaan rilis data ekonomi AS akibat penutupan pemerintahan semakin memperkeruh suasana.

Ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed, dengan para pejabat yang menyampaikan pandangan berbeda, memaksa investor untuk lebih bergantung pada survei swasta. Survei dari Institute for Supply Management menunjukkan gambaran suram sektor manufaktur AS, yang ingin didorong oleh tarif besar-besaran Presiden Donald Trump.

Baca juga:  Jabarpos.id - Skandal SBAT Terungkap, Pengendali Utama Dilarang Beroperasi di Pasar Modal Selama 5 Tahun!

Data lowongan kerja JOLTS, yang diawasi ketat oleh The Fed, kemungkinan besar juga akan ditunda. Investor kini harus menunggu laporan penggajian ADP pada hari Rabu. Sementara itu, para trader tampaknya mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Desember, yang mendorong dolar AS menguat terhadap yen dan euro.

Kekhawatiran tentang perusahaan-perusahaan yang memicu semangat kecerdasan buatan (AI) juga menjadi perhatian. Kesepakatan layanan cloud senilai US$38 miliar antara Amazon dan OpenAI, pencipta ChatGPT, memperkuat kekhawatiran tentang betapa tertutupnya lingkaran dalam industri ini.

Baca juga:  Bogor Serius Wujudkan Kantor Pemerintahan Terpadu di Katulampa

Komentar kontradiktif Trump tentang chip Nvidia juga menambah ketidakpastian. Trump menyatakan bahwa chip tersebut tidak akan tersedia di luar AS, tidak hanya terbatas di Tiongkok. Hal ini membingungkan para politisi dan pemimpin Korea Selatan, yang tampaknya dijanjikan akses ke chip tersebut minggu lalu. Bagi Nvidia, pembatasan akses ke pasar Tiongkok dapat menghambat pendanaan R&D mereka di AS.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait