Beranda / Berita / Misteri Kekayaan Haji Isam Terungkap, Kok Bisa Tak Terlacak Forbes?

Misteri Kekayaan Haji Isam Terungkap, Kok Bisa Tak Terlacak Forbes?

Misteri Kekayaan Haji Isam Terungkap, Kok Bisa Tak Terlacak Forbes?

Jabarpos.id – Samsudin Andi Arsyad, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, pengusaha batu bara asal Kalimantan, memiliki kekayaan fantastis mencapai Rp101 triliun. Kekayaan ini terus meroket seiring dengan melambungnya harga saham perusahaan-perusahaan publik miliknya.

Lonjakan harga saham yang signifikan bahkan sempat membuat saham-saham Haji Isam masuk radar pengawasan bursa dan mengalami suspensi. Meski namanya kian populer, Haji Isam tergolong pendatang baru dalam jajaran orang terkaya di Indonesia, jika dibandingkan dengan keluarga bisnis raksasa seperti Salim, Wijaya, dan Hartono.

Misteri Kekayaan Haji Isam Terungkap, Kok Bisa Tak Terlacak Forbes?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kekayaan Haji Isam melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah perusahaannya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagian besar kekayaannya juga berasal dari kepemilikan saham di perusahaan non-publik.

Baca juga:  Sektor FMCG Beri Kejutan, Siapa Raja Cuan di Awal Tahun 2026?

Menurut perhitungan jabarpos.id, kekayaan Haji Isam yang terikat langsung dan tidak langsung melalui JARR mencapai Rp 30,97 triliun. Sementara itu, kekayaan keluarganya yang terikat tidak langsung melalui PGUN mencapai Rp 67,54 triliun, dan melalui TEBE senilai Rp 2,79 triliun. Total kekayaan Haji Isam di perusahaan publik yang tercatat di BEI mencapai Rp 101,3 triliun atau lebih dari US$ 6,1 miliar.

Angka ini melampaui kekayaan sejumlah nama besar yang sudah masuk daftar orang terkaya versi Forbes, seperti Djoko Susanto (Alfamart) dengan kekayaan US$ 2,7 miliar dan Lim Hariyanto (Harita Nickel) dengan kekayaan US$ 5,2 miliar.

Baca juga:  Jantungmu Terancam? Hindari 7 Kebiasaan Malam Ini!

Lantas, mengapa nama Haji Isam belum masuk dalam daftar orang terkaya Forbes? Ini bukan kali pertama Forbes terlambat merilis nama-nama baru dalam daftar orang terkaya. Dua tahun lalu, taipan tambang Agus Projo baru masuk daftar orang terkaya pada publikasi tahunan di bulan Desember, padahal ia resmi menjadi miliarder saat AMMN melantai di bursa pada pertengahan tahun 2023.

Baca juga:  Malaysia Geger! Cicilan Mobil Bakal Lebih Murah?

Forbes menggunakan nilai kekayaan bersih (total aset dikurangi total liabilitas) untuk menentukan peringkat orang terkaya di dunia. Mereka juga menghitung harga saham dan nilai tukar, yang bisa fluktuatif. Forbes mengakui bahwa beberapa orang bisa mengalami kenaikan atau penurunan posisi dalam daftar mereka karena faktor-faktor ini.

Namun, perhitungan ini umumnya digunakan oleh Forbes bagi mereka yang memiliki saham di perusahaan terbuka atau yang sudah terdaftar di bursa saham. Apakah ada faktor lain yang menyebabkan Haji Isam belum masuk daftar Forbes? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.