Jabarpos.id – Harga minyak mentah dunia kembali tertekan di awal pekan ini, Senin (24/11/2025), dipicu oleh harapan sekaligus kekhawatiran seputar potensi kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Data Refinitiv menunjukkan Brent berada di US$62,48 per barel, sementara WTI di US$57,98 per barel.
Penurunan harga minyak ini dipicu oleh spekulasi pasar mengenai kemungkinan dicabutnya sanksi terhadap Rusia jika perundingan damai membuahkan hasil. Hal ini berpotensi membanjiri pasar global dengan pasokan minyak mentah Rusia, yang membuat harga minyak semakin tertekan.

Investor minyak kini sangat sensitif terhadap perkembangan diplomatik antara Rusia dan Ukraina. Proses perundingan damai dianggap sebagai penentu utama keseimbangan pasar global, apakah akan tercipta "era suplai longgar" atau justru kebuntuan baru yang akan memperpanjang ketidakpastian.
Para pemimpin Eropa dan sekutu lainnya telah memperingatkan AS untuk berhati-hati dalam memberikan konsesi kepada Rusia. Mereka menekankan perlunya syarat yang jelas sebelum tenggat waktu Thanksgiving. Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengisyaratkan bahwa tenggat waktu 27 November untuk mendapatkan dukungan Ukraina terhadap rencana tersebut bisa saja diundur.
Selain faktor geopolitik, ekspektasi surplus pasokan minyak tahun depan juga turut menekan harga. Pasar memperkirakan produksi minyak akan melimpah karena OPEC+ dan produsen besar lainnya terus meningkatkan output. Jika pasokan Rusia kembali masuk ke pasar, potensi kelebihan suplai akan semakin besar dan membuat harga minyak semakin tertekan.





