Beranda / Berita / Lippo Grup Gelontorkan Ratusan Miliar Rupiah, Ada Apa?

Lippo Grup Gelontorkan Ratusan Miliar Rupiah, Ada Apa?

Lippo Grup Gelontorkan Ratusan Miliar Rupiah, Ada Apa?

jabarpos.id – Emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), bagian dari Grup Lippo, membuat gebrakan di awal tahun dengan memborong enam bidang tanah dan bangunan senilai total Rp780 miliar. Langkah ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan investor dan pengamat pasar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi pembelian tersebut dilakukan melalui enam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang ditandatangani pada 18 Februari 2026. Aksi korporasi ini melibatkan beberapa pihak, termasuk PT Surya Asri Lestari (SAL), PT Panca Megah Utama (PMU), PT Nusa Malioboro Indah (NMI), PT Citra Cito Perkasa (CCP), dan PT Balaraja Sentosa (Balaraja).

Baca juga:  Jepang Kebanjiran Duit, Microsoft Gelontorkan Ratusan Triliun Rupiah!
Lippo Grup Gelontorkan Ratusan Miliar Rupiah, Ada Apa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rinciannya, MPPA membeli properti di berbagai lokasi strategis. Diantaranya adalah pusat perbelanjaan Mega M Kedung Badak dan Sinar Matahari Bogor dari SAL, Plaza Gresik dari PMU, Gedoeng Merah ex Matahari Malioboro dari NMI, bangunan di Dukuh Menanggal dari CCP, serta lahan luas di Balaraja dari Balaraja.

Corporate Secretary MPPA, Mirtha Sukanto, menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian ini akan memberikan dampak positif bagi kegiatan usaha perseroan dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Namun, Mirtha tidak menjelaskan secara detail peruntukan dari pembelian aset-aset tersebut.

Baca juga:  Moeldoko Ungkap Untung Besar Insentif Kendaraan Listrik

Langkah ekspansif MPPA ini cukup menarik, mengingat perusahaan telah mencatatkan kerugian bersih selama sembilan tahun berturut-turut. Laporan keuangan terbaru menunjukkan kerugian tahun berjalan per Desember 2025 membengkak menjadi Rp152,21 miliar, dibandingkan Rp118,1 miliar pada tahun sebelumnya. Akibatnya, MPPA memiliki akumulasi saldo defisit sebesar Rp2,95 triliun dan defisiensi modal sebesar Rp2,24 miliar.

Baca juga:  Misteri Pelepasan Saham PANI Senilai Triliunan Rupiah, Ada Apa?

Analis pasar menilai, pembelian aset ini bisa menjadi bagian dari strategi turnaround MPPA untuk meningkatkan kinerja perusahaan di masa depan. Investasi di properti strategis diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang. Namun, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam mengelola dan mengoptimalkan aset-aset baru tersebut.