Jabarpos.id melaporkan, eskalasi konflik di Timur Tengah ternyata turut menyeret industri penerbangan Indonesia ke dalam pusaran masalah. Dampak signifikan dirasakan pada ekosistem kebandarudaraan yang dikelola InJourney.
Direktur Komersial InJourney, Veronica H Sisilia, mengungkapkan bahwa pengalihan penerbangan dari bandara-bandara terdampak di Timur Tengah berimbas langsung pada bandara-bandara dalam jaringan InJourney. Hal ini memicu efek domino yang meluas.

"Pengalihan pesawat dari seluruh bandara yang terimpak itu juga pasti terimpak ke tempat bandara-bandara yang dikelola oleh InJourney itu sudah pasti," ujar Veronica dalam konferensi pers di Sarinah, Jakarta.
Lebih lanjut, Veronica menjelaskan bahwa dampak eskalasi ini tidak hanya terbatas pada operasional penerbangan. Rantai ekosistem bandara secara keseluruhan turut merasakan imbasnya, mulai dari layanan ground handling, tenant komersial, logistik, hingga aktivitas penumpang.
InJourney terus berupaya melakukan penyesuaian dan mitigasi operasional sesuai dengan perkembangan situasi terkini. Tujuannya adalah untuk memastikan layanan kebandarudaraan tetap berjalan optimal di tengah ketidakpastian global.





