Jabarpos.id, Jakarta – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menunjukkan keseriusannya dalam bertransformasi menjadi perusahaan energi hijau. Hal ini terbukti dengan pergeseran signifikan pada kontribusi pendapatan perusahaan di tahun 2025, di mana sektor pengelolaan limbah berhasil mengungguli dominasi batu bara.
Langkah strategis TOBA ini membuahkan hasil manis. Sektor pengelolaan limbah mencatatkan pendapatan fantastis sebesar US$ 155,4 juta sepanjang tahun 2025. Angka ini setara dengan 41% dari total pendapatan TOBA, sebuah pencapaian yang menandakan keberhasilan diversifikasi bisnis ke arah energi yang lebih ramah lingkungan.

Akuisisi Sembcorp Environment (Cora Environment) di Singapura menjadi katalis utama lonjakan pendapatan di sektor limbah. Langkah korporasi ini tak hanya memperkuat posisi TOBA sebagai pemain kunci dalam pengelolaan limbah di kawasan regional, tetapi juga memberikan sumber pendapatan yang stabil berkat kontrak jangka panjang yang dimiliki.
Sebaliknya, sektor pertambangan dan perdagangan batu bara mengalami penurunan tajam, hanya menyumbang 51% atau sebesar US$ 194,6 juta dari total pendapatan perusahaan. Penurunan ini sangat kontras dibandingkan tahun sebelumnya, di mana batu bara masih mendominasi hingga 81%.
Direktur TOBA, Juli Oktarina, menjelaskan bahwa pengurangan eksposur pada batu bara adalah bagian integral dari strategi perusahaan untuk mempercepat transisi menuju portofolio rendah karbon. Meskipun keputusan ini berdampak pada rugi bersih akibat penurunan harga batu bara dan divestasi PLTU, Juli meyakini bahwa langkah ini akan mengamankan arus kas masa depan yang lebih berkualitas.
"Setelah reposisi strategis pada fondasi bisnis kami di 2025, kami antusias menyambut tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya," ujar Juli dalam keterangan tertulis. Ia menambahkan bahwa keputusan penyesuaian struktural diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang, guna mengakselerasi pertumbuhan pada tiga pilar bisnis masa depan Perseroan: pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.
TOBA yakin bahwa diversifikasi bisnis adalah kunci untuk menghadapi volatilitas harga komoditas global. Dengan fundamental yang tetap solid, perusahaan berhasil mempertahankan EBITDA Adjusted di angka US$ 47,2 juta serta meningkatkan saldo kas menjadi US$ 102,3 juta.





