jabarpos.id – Sri Sultan Hamengkubuwono IX, pemimpin Yogyakarta yang dikenal bersahaja, ternyata memiliki kisah unik yang jarang diketahui publik. Selain kedermawanannya menyumbang puluhan miliar rupiah di awal kemerdekaan, sang raja juga pernah membuat seorang penjual beras pingsan karena suatu kejadian tak terduga.
Kisah ini bermula ketika Sri Sultan mengendarai truk Land Rover miliknya dan bertemu seorang penjual beras yang ingin menumpang ke pasar. Tanpa diketahui identitasnya, sang raja membantu mengangkat karung beras ke truknya.

Dalam perjalanan, keduanya asyik mengobrol. Sesampainya di pasar, Sri Sultan kembali membantu menurunkan karung beras. Penjual beras itu kemudian memberikan upah, namun ditolak oleh Sri Sultan. Merasa tersinggung, penjual beras itu marah dan mengira sang sopir truk sombong.
Setelah Sri Sultan pergi, seseorang memberitahu penjual beras bahwa orang yang dimarahinya adalah Sultan Hamengkubuwono IX. Sontak, penjual beras itu kaget dan pingsan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Mendengar kabar tersebut, Sri Sultan langsung menjenguknya di rumah sakit.
Kisah ini menjadi bukti nyata kesederhanaan dan kepedulian Sri Sultan Hamengkubuwono IX terhadap rakyatnya. Meskipun memiliki kekayaan melimpah, ia tetap memilih hidup sederhana dan dekat dengan masyarakat kecil. Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, ia bahkan menyumbangkan sekitar 6,5 juta gulden kepada pemerintah dan 5 juta gulden untuk membantu rakyat yang kesulitan. Jika dikonversikan ke nilai saat ini, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp20 hingga Rp30 miliar.





