Beranda / Berita / Indocement Siapkan Kejutan Buyback Saham Ratusan Miliar Rupiah?

Indocement Siapkan Kejutan Buyback Saham Ratusan Miliar Rupiah?

Jabarpos.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai fantastis, mencapai Rp750 miliar. Langkah ini dilakukan dengan target jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 10% dari total modal disetor, setelah memperhitungkan penarikan saham treasury yang telah disetujui sesuai regulasi.

Menurut keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi korporasi ini bertujuan untuk mengoreksi persepsi pasar terhadap saham INTP yang dinilai terlalu rendah (undervalued). Manajemen perusahaan meyakini bahwa buyback saham adalah strategi efektif untuk meningkatkan kepercayaan investor dan memperbaiki valuasi saham.

Baca juga:  Investor Asing Ramai-Ramai Lepas Saham Hermina, Ada Apa?
Indocement Siapkan Kejutan Buyback Saham Ratusan Miliar Rupiah?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Manajemen berkeyakinan bahwa saham Perseroan saat ini sedang undervalued, pembelian kembali saham dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan dan memperbaiki persepsi pasar terhadap perseroan yang saat ini masih dalam posisi net-cash dimana manajemen yakin dengan masa depan Perseroan," tulis manajemen dalam keterangan resminya.

Dana yang digunakan untuk buyback ini sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan, bukan dari hasil penawaran umum atau pinjaman. Manajemen menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak akan mengganggu stabilitas keuangan perusahaan atau kemampuannya dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo.

Baca juga:  IHSG Terjun Bebas! Ada Apa dengan Pasar Saham?

Langkah buyback ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pemegang saham, meningkatkan kepercayaan investor, dan mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.

Untuk merealisasikan rencana ini, manajemen INTP akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 21 Mei 2026. Jika disetujui, periode buyback akan berlangsung selama 12 bulan, dimulai pada 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027.

Baca juga:  Perak Terbang Tinggi Saham-Saham Ini Ikut Berkilau

Perusahaan juga menegaskan bahwa pelaksanaan buyback dapat dihentikan lebih awal jika dana yang dialokasikan telah habis atau target jumlah saham telah terpenuhi. Manajemen memastikan bahwa buyback saham tidak akan menurunkan pendapatan perusahaan atau memberikan dampak negatif pada biaya pembiayaan.