Beranda / Berita / Industri Sepatu RI Terancam? Kebijakan Bikin Gigit Jari!

Industri Sepatu RI Terancam? Kebijakan Bikin Gigit Jari!

Jabarpos.id, Jakarta – Industri persepatuan Indonesia sedang menghadapi tantangan serius di tengah persaingan global yang semakin ketat. Meskipun memiliki potensi besar untuk berkembang, industri ini terhambat oleh kebijakan yang dinilai kurang mendukung.

Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Anton J. Supit, mengungkapkan bahwa industri persepatuan Indonesia memiliki potensi besar sebagai kontraktor produksi merek sepatu global dan eksportir alas kaki dunia. Namun, untuk mewujudkan potensi ini, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara seperti China dan Vietnam.

Baca juga:  Ekonomi RI Siap Ngebut? Sinyal dari Sang Menteri Keuangan
Industri Sepatu RI Terancam? Kebijakan Bikin Gigit Jari!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Persaingan ini erat kaitannya dengan daya saing dan iklim investasi, serta kebijakan di Indonesia yang kurang ramah untuk industri padat karya seperti industri sepatu," ujar Anton. Ia menyoroti perizinan yang rumit dan persoalan upah sebagai beberapa faktor yang menjadi penghambat.

Saat ini, ekspor sepatu Indonesia mencapai USD 7 miliar dari total perdagangan dunia sebesar USD 400 miliar. Anton meyakini bahwa potensi yang bisa diraih masih sangat besar, mengingat industri ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca juga:  Freeport Diperpanjang Sampai 2041, Bahlil Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Saham

Namun, di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu dan pelemahan daya beli di pasar utama seperti AS dan Eropa, industri persepatuan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin berat. Perang di berbagai belahan dunia juga memberikan dampak negatif terhadap sektor ini.

Anton menekankan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah yang lebih baik untuk mengatasi tantangan ini dan mendorong pertumbuhan industri persepatuan Indonesia. Kebijakan yang ramah investasi, perizinan yang mudah, dan sistem upah yang adil akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing industri ini di pasar global.