Beranda / Berita / Pakar Ungkap Bahaya Tersembunyi di Balik Cinta dan Kripto

Pakar Ungkap Bahaya Tersembunyi di Balik Cinta dan Kripto

Pakar Ungkap Bahaya Tersembunyi di Balik Cinta dan Kripto

Yogyakarta – Ribuan peserta memadati Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung meriah di JEC pada Jumat (22/5/2026). Acara yang diselenggarakan untuk membekali masyarakat, khususnya generasi muda, dengan pengetahuan keuangan yang komprehensif ini menjadi sorotan utama. Menurut laporan jabarpos.id, festival ini tidak hanya membahas pengelolaan investasi yang cerdas, tetapi juga membongkar berbagai modus penipuan yang mengintai di era digital, mulai dari aset kripto hingga jebakan "love scam" yang kian marak.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi keuangan bagi setiap individu, terlepas dari profesi atau cita-cita. "Apapun cita-citamu, kalian harus mengerti keuangan. Ada insinyur, doktor hidupnya berantakan karena tidak bisa mengelola keuangan," ujarnya. Ia juga mengingatkan agar generasi muda bijak dalam memanfaatkan teknologi. Kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi, lanjut Friderica, juga menyimpan potensi bahaya besar jika tidak diwaspadai atau dipahami secara mendalam. Ia juga mendorong generasi muda untuk berani membangun fondasi finansial sejak dini demi masa depan yang lebih baik.

Baca juga:  Misteri Kekayaan Haji Isam Terungkap, Kok Bisa Tak Terlacak Forbes?
Pakar Ungkap Bahaya Tersembunyi di Balik Cinta dan Kripto
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Mendalami dunia aset digital, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (ADK IAKD) OJK, Adi Budiarso, memberikan panduan penting. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa perizinan aset kripto di laman resmi OJK sebelum berinvestasi. "Pilih pedagang yang punya izin, saat ini ada 25. Dan dari 1.464 aset kripto yang terdaftar, cek dulu historisnya sebelum memutuskan," tegas Adi, memastikan investasi aman dan terhindar dari risiko.

Baca juga:  Kalbe Farma Siap Lakukan Aksi Besar Ini

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman, memaparkan kolaborasi BI dan OJK dalam menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Program ini bertujuan melatih talenta digital Indonesia agar siap menghadapi tantangan era modern. Sejak berjalan awal tahun ini, PIDI telah menerima 2.300 proposal dan berhasil melatih sekitar 3.000 individu dari 800 tim, dengan total 187 jam pelatihan selama 22 hari, menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan sumber daya manusia digital.

Baca juga:  Jabarpos.id, Tokyo - Pasar obligasi Jepang dikejutkan dengan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 30 tahun yang mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah pada Rabu (3/9/2025). Kenaikan ini dipicu oleh sentimen negatif dari Amerika Serikat dan Eropa, yang dilanda kekhawatiran serupa terkait ketidakpastian politik dan kondisi keuangan negara.

Di akhir sesi, Friderica kembali mengingatkan peserta tentang ancaman penipuan yang semakin beragam dan canggih. "Ada impersonation, penipuan investasi, dan yang mulai banyak adalah love scam. Hati-hati," pesannya, menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap modus-modus yang memanfaatkan emosi dan ketidaktahuan. Pesan ini menjadi penutup yang kuat, menekankan bahwa pengetahuan keuangan bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang melindungi diri dari kerugian.