Menurut laporan jabarpos.id, imbal hasil obligasi 30 tahun Jepang menyentuh angka 3,290%, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kenaikan ini juga merambat ke obligasi Jepang dengan tenor lainnya. Jepang sendiri dikenal memiliki rasio utang terhadap PDB yang termasuk tertinggi di antara negara-negara maju.
Situasi politik di Jepang juga turut memengaruhi sentimen pasar. Masa depan Perdana Menteri Shigeru Ishiba berada di ujung tanduk setelah hasil pemilihan umum bulan Juli lalu mengurangi mayoritas kekuasaannya di majelis tinggi. Faksi oposisi di dalam Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa tengah berupaya mengumpulkan dukungan untuk menggulingkan Ishiba sebelum batas waktu yang ditetapkan pada hari Senin.

Penjualan obligasi 30 tahun Jepang pada hari Kamis mendatang akan menjadi sorotan utama para investor global. Sejarah menunjukkan bahwa gejolak di pasar Tokyo dapat dengan cepat menyebar ke pasar keuangan lainnya. Investor akan mencermati dengan seksama bagaimana pasar merespons situasi politik dan ekonomi yang berkembang di Jepang.




