Dana Asing Lirik Indonesia

Author Image

Endang Wulansari

17 Juli 2026, 21:04 WIB

Di tengah badai pelemahan yang menerjang bursa saham di kawasan Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru tampil perkasa, mengakhiri perdagangan dengan penguatan signifikan. Fenomena ini memicu pertanyaan di kalangan analis dan investor, terutama setelah aliran dana asing tercatat deras masuk ke pasar domestik. Menurut laporan jabarpos.id, penguatan IHSG ini menjadi sorotan utama di tengah sentimen negatif global.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, IHSG berhasil melesat 67,32 poin atau setara 1,1%, mencapai level 6.173,53. Kinerja impresif ini didukung oleh dominasi saham-saham yang menguat, dengan 363 saham bergerak naik, sementara 274 saham melemah, dan 328 saham stagnan.

Dana Asing Lirik Indonesia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terpantau ramai, mencatatkan nilai transaksi fantastis sebesar Rp16,32 triliun. Sebanyak 24,04 miliar saham berpindah tangan dalam 1,99 juta kali transaksi, mendorong kapitalisasi pasar naik menjadi Rp10.749 triliun. Sektor perbankan menjadi primadona, menarik perhatian investor.

Dukungan utama penguatan pasar domestik tak lain berasal dari investor asing. Mereka mencatat pembelian bersih (net buy) mencapai Rp638,6 miliar di seluruh pasar, dengan saham-saham perbankan menjadi target utama investasi.

Menanggapi fenomena ini, Analis Panin Sekuritas, Elandry Pratama, menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan adanya rotasi dana asing secara langsung dari Jepang atau Korea Selatan ke Indonesia. Menurutnya, pelemahan pasar di kedua negara tersebut lebih banyak dipicu oleh tekanan pada sektor teknologi global. Namun, Elandry tidak menampik adanya potensi portfolio rebalancing secara global menuju pasar dengan valuasi yang lebih menarik, termasuk Indonesia.

Senada, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, melihat kemungkinan perpindahan dana ke Indonesia tetap terbuka lebar. Liza menjelaskan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga di Korea Selatan berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham negara tersebut, yang sepanjang tahun ini telah mencatatkan kinerja sangat kuat.

Sebagai perbandingan, bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mengalami aksi jual yang mendalam pada hari Jumat. Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok tajam 4%, S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,5%, dan indeks CSI 300 China merosot 3,6%. Sementara itu, bursa Korea Selatan tutup karena libur nasional.

Tekanan pada saham-saham teknologi dan semikonduktor juga menjalar ke bursa Eropa. Saham perusahaan raksasa semikonduktor seperti ASML, ASMI, STMicroelectronics, Infineon, dan BE Semiconductor kompak terkoreksi tajam di awal perdagangan, mencerminkan berlanjutnya sentimen negatif terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan chip global.

Related Post