BTN Kunci Dana Ratusan Miliar

Author Image

Endang Wulansari

17 Juli 2026, 04:04 WIB

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) dikabarkan tengah merancang langkah strategis yang berpotensi menyuntikkan dana segar ke kas perseroan. Menurut laporan jabarpos.id, bank spesialis perumahan ini sedang menjajaki dua skema kerja sama penting dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF), meliputi sekuritisasi aset senilai hingga Rp400 miliar dan potensi pembelian obligasi.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa opsi pertama adalah sekuritisasi aset dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp300 miliar hingga Rp400 miliar. Sementara itu, opsi kedua melibatkan SMF dalam pembelian obligasi perumahan yang diterbitkan oleh BTN. "Tapi saya mintanya bonds-nya tier-2 capital," tegas Nixon dalam paparan kinerja di Menara BTN 2 pada Kamis (16/7/2026). Kedua aksi korporasi ambisius ini ditargetkan rampung pada semester II-2026.

BTN Kunci Dana Ratusan Miliar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rencana ini muncul di tengah performa gemilang BTN sepanjang paruh pertama tahun 2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun, melonjak 40,8% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan signifikan, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang turun dari 3,3% pada semester I-2025 menjadi 2,99% di semester I-2026.

Penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN juga menunjukkan pertumbuhan impresif, mencapai Rp418,11 triliun atau naik 11,2% YoY. Sektor kredit perumahan tetap menjadi tulang punggung dengan kenaikan 4,8% YoY menjadi Rp332,88 triliun. Khususnya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terus menjadi motor penggerak utama, tumbuh 8,1% YoY menjadi Rp196,96 triliun. Selain itu, Kredit Program Perumahan (KPP) yang baru diluncurkan akhir Oktober 2025, telah menyalurkan Rp4,1 triliun per Juni 2026.

Tak hanya di sektor perumahan, kredit non-perumahan BTN juga mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 46,1% YoY, mencapai Rp85,22 triliun. Nixon menambahkan, pertumbuhan ini didorong oleh perluasan penetrasi ke berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan, hingga ritel. Strategi diversifikasi bisnis "beyond mortgage" juga terlihat dari kerja sama dengan perusahaan multifinance untuk pembiayaan kendaraan bermotor, sekaligus meningkatkan cross-selling kepada nasabah eksisting.

Sejalan dengan ekspansi pembiayaan, total aset konsolidasi BTN menguat 12,4% YoY, dari Rp484,96 triliun menjadi Rp545,16 triliun per semester I-2026. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp433,00 triliun, tumbuh 6,6% YoY. Nixon menegaskan komitmen BTN untuk memperkuat struktur dana murah melalui berbagai inisiatif seperti akuisisi dana ritel, peningkatan transaksi digital, penguatan payroll, serta perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan institusi, yang berhasil menjaga cost of fund di kisaran 3,01% sepanjang semester I-2026.

Related Post