Bank Jadi Magnet Dana Global

Author Image

Endang Wulansari

18 Juli 2026, 04:04 WIB

Jakarta – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan daya tariknya bagi investor global. Pada penutupan perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat signifikan 1,10% ke level 6.175,53. Pendorong utama kenaikan ini tak lain adalah derasnya aliran dana investor asing yang membukukan beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp 638,6 miliar di seluruh pasar, demikian laporan yang dihimpun jabarpos.id. Fokus utama mereka tertuju pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, menjadikannya primadona di tengah gejolak pasar.

Aliran dana asing tersebut terkonsentrasi secara masif pada saham-saham bank papan atas. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi jawara dengan net buy mencapai Rp 691,9 miliar, menunjukkan kepercayaan tinggi investor terhadap bank swasta terbesar ini. Tak ketinggalan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 375,4 miliar, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan nilai Rp 267,7 miliar. Selain sektor finansial, raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga berhasil menarik dana asing sebesar Rp 76,3 miliar.

Bank Jadi Magnet Dana Global
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, di sisi lain, investor asing juga terpantau melakukan aksi jual pada sejumlah saham berbasis komoditas dan sektor siklikal. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) memimpin daftar jual bersih dengan angka Rp 41 miliar, disusul oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp 34,4 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) senilai Rp 30,9 miliar. Saham-saham lain yang dilepas asing meliputi PT Petrosea Tbk. (PTRO) Rp 26 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) Rp 24,3 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) Rp 23,1 miliar. Tren jual juga melanda emiten energi dan konglomerasi seperti PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Indika Energy Tbk. (INDY), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), hingga PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG).

Meski demikian, kekuatan beli yang terfokus pada sektor perbankan terbukti mampu meredam tekanan jual di sektor lain. Derasnya arus dana asing ke bank-bank besar menjadi penopang utama IHSG untuk tetap berada di zona hijau hingga penutupan. Secara keseluruhan, penguatan indeks didukung oleh kenaikan 363 saham, sementara 274 saham melemah, dan 328 saham ditutup stagnan. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 16,32 triliun, melibatkan volume perdagangan sebanyak 24,04 miliar saham. Fenomena ini menegaskan peran krusial investor asing dalam dinamika pasar modal domestik, khususnya dalam menggerakkan sektor-sektor strategis seperti perbankan.

Related Post